Minggu, April 21, 2024
Berita TambangKebijakan K3 yang Wajib Diwujudkan di Perusahaan Tambang

Kebijakan K3 yang Wajib Diwujudkan di Perusahaan Tambang

Salah satu aspek penting yang harus dipenuhi oleh sebuah perusahaan tambang dalam menjalankan usaha pertambangan adalah mewujudkan kebijakan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) untuk para karyawan. 

Biasanya yang mengatur kebijakan K3 adalah Safety Committee.  Para komite ini memiliki tugas sebagai konsultan kebijakan yang dimintai pendapat setiap kali perusahaan tambang akan mencetuskan aturan baru, dengan memprioritaskan keselamatan para pegawainya.

Di samping itu, kebijakan K3 ini sebenarnya sudah tertuang  dalam Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi pasal 5 ayat 1 no 555.K/26/M.PE/1995.

Pasal ini menyatakan bahwa pemimpin perusahaan atau siapapun yang bertanggung jawab atas beroperasinya kegiatan pertambangan, harus mampu menciptakan suasana kerja yang sehat dan menjalankan prosedur keselamatan sesuai ketentuan. 

Baca Artikel  Apa Saja Sih Departemen yang Ada di Mining Industry?

Berikut disajikan kegiatan konkret yang harus diwujudkan perusahaan tambang berdasarkan  hasil dari kebijakan K3.

  1. Sosialisasi Kepada Pegawai

    Kebijakan K3 akan berjalan dengan baik jika tahapan sosialisasi kepada pegawai disampaikan dengan jelas dan tepat.

    Selain itu, adanya sosialisasi ini akan memastikan bahwa setiap pegawai mampu menjalankan peraturan keselamatan kerja yang berlaku dan mendapatkan hak sesuai dengan bagiannya.

  2. Standarisasi Perlengkapan dan  Alat-alat Kerja

    Setelah mengedukasi para pekerja, komite juga bertugas mengecek apakah semua peralatan digunakan sudah memenuhi standar keselamatan lapangan.

    Baca Juga: Ini 5 Alat Karakterisasi Bahan yang Penting di Pertambangan

    Umumnya Standar Nasional Indonesia (SNI) adalah acuan minimum yang digunakan untuk indikator ini.

  3. Pengadaan Prasarana yang Bersifat Darurat

    Selain memastikan alat-alat yang digunakan pekerja memenuhi standar keselamatan, komite harus menyediakan peralatan yang sekiranya dapat digunakan dalam situasi yang tidak terduga.

    Hal ini dilakukan sebagai langkah antisipatif jika terjadi kecelakaan kerja yang diakibatkan kesalahan teknis.

  4. Pemantauan Langkah Kerja

    Agar kualitas lingkungan kerja karyawan terjaga, maka komite perlu melakukan pemantaun langkah kerja.

    Langkah ini diambil untuk membuat produktivitas perusahaan tambang pun juga tidak terhambat.

    Konsentrasi pemantauan biasanya dilakukan pada intensitas cahaya, kebersihan dan sanitasi, polusi, dan lain sebagainya.

  5. Program Sertifikasi Karyawan

    Program sertifikasi karyawan  dilakukan untuk personil teknis ahli yang mempunyai risiko tinggi ketika mengoperasikan alat-alat berat yang membutuhkan keahlian khusus.

    Sederhananya, tenaga ahli ini sudah dipastikan keahliannya sebelum diizinkan untuk menjalankan mekanisme berat tersebut.

  6. Menjamin Keselamatan Tamu

    Tidak hanya menjaga keselamatan bagian internal, perusahaan tambang juga harus menjamin keselamatan tamu atau orang-orang yang berkunjung ke area pertambangan.

    Dalam merealisasikan kegiatan ini, komite K3 harus memandu perjalanan para tamu sampai tujuan mereka di wilayah atau area pertambangan tersebut selesai.

Baca Artikel  Wajib Tahu! Inilah Syarat Utama Jadi Sopir Tambang

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer