Kisah Pemuda Ubah Bekas Tambang jadi Lahan Produktif

Setelah itu, Yal kemudian memulai dengan mengembalikan tingkat keasaman tanah agar kembali bagus, dan mulai bertanam jagung. Yal merekrut burut tanah untuk memulai tanaman jagungnya. 

Hari demi hari berlalu, ternyata tanah bekas tambang emas itu mampu menunjukan hasil yang menggembirakan dan tanaman jagung tumbuh begitu subur.

Kondisi tersebut telah mematahkan anggapan bahwa tanah bekas tambang itu tidak bisa jadi lahan produktif. Nyatanya, jagung tumbuh subur tanpa kendala berarti. 

Ketika memasuki panen, Yal bisa meraup untung bersih sebesar Rp8 juta. Melihat keberhasilan Yal ubah bekas tambang menjadi lahan yang produktif untuk bertani jagung, membuat masyarakat mulai terpanggil untuk mengolah lahan bekas tambang emas lainnya. 

Baca Artikel  5 Material Tambang Ini Dibutuhkan Banget di Dunia Militer

Dari sana, pemuda ini semakin percaya diri untuk melihat lokasi-lokasi bekas tambang emas lainnya yang bisa diubah dan dikelola menjadi lahan produktif.

Bahkan tidak hanya jagung, Yal juga telah bertanam cabai, jeruk, dan pepaya serta mengembangkan peternakan sapi simental.

Pemuda Sijunjung ini telah meraih banyak penghargaan baik dari tingkat provinsi maupun tingkat nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI di kategori Kalpataru.

Yal juga sering diundang untuk menjadi pembicara dalam kegiatan seminar soal lingkungan.