Apa, Penambangan Asteroid Bisa Dilakukan? Ini Jawabannya..

Oleh karena itu, kerak Bumi yang menipis lebih sedikit mengandung unsur-unsur mineral berharga, sampai asteroid-asteroid yang jatuh ke Bumi membawa unsur-unsur tersebut.

Di antaranya seperti emas, kobalt, besi, mangan, molibdenum, nikel, osmium, palladium, platinum, rhenium dan wolfram.

2. Aspek Astrobiologist

Pencarian asteroid dapat memberikan data ilmiah untuk pencarian kecerdasan luar angkasa (Search for Extraterrestrial Intelligence, SETI). Sementara, asteroid sendiri diketahui umumnya terdiri dari tiga tipe yakni:

-Tipe C (berkarbon), mengandung air yang berlimpah, juga karbon organik, fosfor dan bahan utama pupuk lainnya.
-Tipe S (mineral silikat), mengandung sedikit air, tapi banyak logam, nikel, kobalt, emas, platinum dan rhodium.
-Tipe M (moderat), mengandung logam 10 kali lebih banyak dibandingkan tipe-S.

Baca Artikel  Indika Energy Siap Turunkan Emisi Karbon 10% di 2025

Beberapa misi telah dilakukan dengan membawa kembali sampel asteroid ke Bumi. Seperti Hayabusa dan Hayabusa2 yang digagas oleh Badan Eksplorasi Antariksa Jepang, JAXA.

Selain itu, yang saat ini masih berlangsung adalah OSIRIS-Rex yang digagas oleh NASA untuk mengambil sampel asteroid 101955 Bennu yang direncanakan seberat 60 gram.

Kendati sangat memungkinkan asteroid ditambang dan dijadikan pelengkap kebutuhan mineral di bumi, namun tidak sedikit tantangan dalam pelaksanaannya.

Di antaranya seperti biaya penerbangan luar angkasa yang tidak murah, tantangan terkait identifikasi asteroid yang belum dapat diandalkan ketika ditambang. Serta, terakhir ekstraksi bijih logam yang masih sulit untuk dilakukan.