Indika Energy Garap PLTS 409 KWp di Paser Kaltim

Selain itu, pembangunan PLTS juga akan selaras dengan kebijakan nasional maupun internasional yang berhubungan dengan perubahan iklim termasuk Paris Agreement dan rencana strategis  pemerintah Indonesia dalam mengurangi emisi hingga 29 persen di 2030.

 Nantinya, PLTS di Kideco diprediksi mampu mengurangi pemakaian diesel 45 persen sehingga biaya produksi dan dampaknya terhadap pengurangan emisi rumah gas kaca akan sangat efisien.  

Sebelumnya di Maret lalu, Indika Energy juga telah mendirikan PT Empat Mitra Indika Tenaga Surya (EMITS), yaitu sebuah perusahaan penyedia solusi tenaga surya terintegrasi di Indonesia. Pendirian ini dilakukan melalui kemitraan dengan Fourth Partner Energy, pengembang solusi tenaga surya asal India, yang secara mayoritas Fourth Partner Energy dimiliki oleh The Rise Fund, social impact fund terbesar di  dunia.

Baca Artikel  Mengenal Kegiatan Eksplorasi Batubara : Logging Geofisika

 Pendirian EMITS ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap pencapaian komitmen perusahaan dalam meningkatkan porsi pendapatan dari sektor non batubara sebesar 50 persen pada 2025.

“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar di sektor energi terbarukan dan kami menyadari akan meningkatnya kebutuhan solusi energi bersih dan ramah lingkungan. Indika Energy berkomitmen untuk berkontribusi secara signifikan dan terus menjalankan bisnis secara berkelanjutan,” tandas Arsjad.