Ini Peranan Drone dalam Tahapan Pertambangan

3. Studi Kelayakan

Tahapan dilakukan untuk menilai bahan galian tersebut layak atau tidak untuk ditambang berdasarkan pertimbangan teknis, ekonomis, dan lingkungan.

Drone di tahapan ini akan membantu pemetaan Udara, dimana tujuannya untuk mengetahui kondisi lokasi dan pemetaan Topografi LiDAR untuk melihat kontur dan kelas kemiringan lereng.

4. Persiapan / Konstruksi (Development)

Tahapan ini berkaitan dengan persiapan fasilitas penambangan sebelum operasi penambangan dilakukan.

Dalam kegiatan ini drone dibutuhkan untuk perencanaan, melihat progres dan evaluasi seluruh tahapan pekerjaan.

5. Penambangan (Eksploitasi)

Penambangan adalah roses pengambilan bahan galian itu sendiri, kemudian diolah dan dimanfaatkan untuk kehidupan manusia.

Peranan drone dalam proses eksploitasi di antaranya, pemetaan cut and fill menggunakan LiDAR, pemetaan Stockpile menggunakan LiDAR, inspeksi lahan dengan fotogrametri, inspeksi Jalan dan jembatan angkut dengan foto udara, dan memastikan tidak ada gangguan terhadap area konsesi.

Baca Artikel  Beragam Manfaat Pasir Kuarsa Silika Bagi Sektor Industri

6. Pengangkutan, pengolahan, dan Pemasaran

Walaupun tahapan ini dilakukan oleh marketing dan tim pengangkut, namun ada juga beberapa peran drone dalam tahapan yaitu, mengukur isi volume barge dengan drone dan melihat proses presentasi pembongkaran barge.

7. Reklamasi Pasca Tambang 

Reklamasi adalah kegiatan pemulihan di lahan tambang yang bertujuan untuk memperbaiki dan menata kegunaan lahan yang terganggu akibat aktivitas pertambangan.

Manfaat utama reklamasi ini untuk mengembalikan lahan sesuai dengan kondisi semula.

Adapun beberapa peran drone pada tahap ini yaitu, untuk pemetaan udara untuk membuat rencana reklamasi, pemantauan mutu kualitas tanaman dengan drone, untuk evaluasi kegiatan, dan dokumentasi proses pemetaan.