Dalam membuat akses jalan tambang, beberapa hal yang harus diperhatikan antara lain lebar jalan, grade, radius tikungan, dan superelevasi.
Akses jalan tambang juga dibuat berdasarkan jenis, jumlah, dan kapasitas serta penambahan angkut sebesar 25% dari laju produksi.
Lebar akses jalan tambang dibuat mempertimbangkan alat angkut terbesar yang melintasi jalan tersebut, setidaknya 3,5 kali lebar alat angkut terbesar untuk jalan tambang dua arah, 2 kali lebar alat angkut terbesar untuk jalan tambang satu arah, dan lebar jembatan sesuai ketentuan tersebut.
Pada setiap akses jalan tambang tersedia tanggul pengaman di sisi luar badan jalan setinggi 3-4 diameter roda terbesar dan memperhitungkan limpasan dan/atau material lepas yang dapat masuk ke jalan tambang.
Disepanjang jalan tambang juga terdapat sistem pengairan yang mampu mengalirkan debit air tertinggi dan dirawat dengan baik.
Akses jalan tambang memiliki kemiringan (cross fall) setidaknya 2% baik single/double cross fall. Kemiringan jalan tambang dibuat dengan memperhitungkan spesifikasi kemampuan alat angkut, jenis material jalan, serta penggunaan bahan bakar.
Jalan dan infrastruktur tambang ini harus dipelihara dan dirawat agar tidak menghambat kegiatan operasional tambang.




