Minggu, April 21, 2024
Berita TambangLahan Bekas Tambang Sukses Disulap Jadi Kampong Reklamasi

Lahan Bekas Tambang Sukses Disulap Jadi Kampong Reklamasi

Lahan bekas tambang jadi Kampong Reklamasi – Bumi Laskar Pelangi di Belitung Timur terkenal sebagai daerah kawasan tambang timah sejak dari masa kolonial Belanda. Aktivitas penambangan ini akhirnya banyak membuat lahan menjadi bolong-bolong apabila dilihat dari udara, ulah dari penambang tidak bertanggung jawab.

Demi membuat kawasan bekas timah ini menjadi bernilai, salah satu perusahaan swasta yang juga memiliki izin menambang timah di Bangka berhasil mengubah lahan pascatambang timah seluas 17 hektar ini jadi tempat wisata dengan nama ‘Kampong Reklamasi Selinsing’.

Kampong Reklamasi ini terletak di Dusun Selumbar, Desa Selinsing, Kecamatan Gantong, Belitung Timur. 

Hal yang membedakan kawasan reklamasi ini dengan yang lainnya, Kampong Reklamasi Selinsing jadi tempat rekreasi berbasis agrowisata. Di dalam kawasan reklamasi sengaja ditanami pepohonan cemara yang rindang, buah-buahan seperti naga, jambu mete, dan tanaman hortikultura mulai dari jagung, terong, dan cabai.

Baca Artikel  Pemerintah Kembangkan Minepedia untuk Optimalkan TKDN

Selain banyaknya pepohonan, wisatawan yang berkunjung ke kawasan reklamasi ini akan menemukan spot-spot menarik seperti fishing villa, parabolic shelter, dan dermaga danau buatan (eks Tambang timah).

Baca Juga Artikel : 4 Destinasi Bekas Tambang di Indonesia, Semuanya Indah!

Ada juga executive villa, pedestrian, light park, bumi perkemahan (bumper), kupi tumpa, replika kapal keruk, pencil signage, concrete keyboard, dan area peternakan sapi dan penangkaran ikan.

Bahkan yang menarik lagi, di Kampong Reklamasi ini terdapat Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 10 kWp on grid, pembangkit yang menyuplai kebutuhan listrik di kawasan ini.  

Untuk masuk ke tempat wisata ini, tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Kamu hanya perlu mengeluarkan uang sebesar Rp2.000 saja untuk membeli tiket masuk. 

Baca Artikel  Produksi Batubara Kideco Per Mei Capai 15 Juta Ton!

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer