Mengenal Dewatering! Proses Pengeringan di Area Tambang

Hal ini tidak boleh diabaikan begitu saja, mengingat sebagian besar kegiatan pertambangan di Indonesia ini dilakukan dengan model open-pit atau pertambangan terbuka, sehingga proses dewatering ini menjadi sebuah hal yang mutlak.

Ketika melakukan dewatering terdapat tiga metode yang diaplikasikan pada penambangan terbuka. Di antaranya,  menggunakan sistem kolam terbuka, paritan dan juga sistem adit.

Dalam pengertiannya, sistem kolam terbuka dilakukan dengan cara membuang air yang telah masuk ke daerah pertambangan. Air yang sudah masuk itu dikumpulkan ke sebuah sumur, dan kemudian dipompa keluar. Jumlah pompa yang digunakan sangat tergantung dari kedalaman sumur yang disiapkan.

Berikutnya sistem paritan atau lebih sering dikenal sebagai sistem yang paling mudah dilakukan. Caranya kerjanya adalah dengan membuat paritan atau saluran air di daerah pertambangan. Selanjutnya air akan dialirkan ke sebuah kolam untuk dipompa, atau langsung dibuang ke tempat pembuangan dengan memanfaatkan gaya gravitasi.

Baca Artikel  Inilah Alat Pendeteksi Kebocoran Gas di Tambang Bawah Tanah

Sedangkan sistem adit  biasanya digunakan pada pertambangan yang mempunyai banyak jenjang. Sistem ini dilakukan dengan membuat saluran horizontal yang dibuat dari area pertambangan yang terdampak dan menembus shaft yang dibuat pada sisi bukit. Meski demikian, menggunakan metode ini sangat mahal karena biaya untuk membuat jalur horizontal menembus shaft yang terbilang tinggi.