Hasil tambang seperti emas, perunggu sampai perak merupakan bahan baku untuk pembuatan beragam perhiasan, mulai dari cincin, kalung, anting dan gelang Namun tidak semua hasil tambang dapat diolah menjadi perhiasan. Setiap jenis perhiasan tentu memiliki cara pengolahan yang berbeda-beda.
Berikut penjelasan proses pengolahan hasil tambang menjadi perhiasan, antara lain:
Pengolahan Emas

Pengolahan emas dimulai dengan mencampur emas berkadar kemurnian 90 persen dengan emas yang kemurniannya lebih rendah. Kemudian masuk dalam proses pencucian dan pelelehan untuk memisahkan emas dengan batuan lainnya. Hasil akhir proses ini adalah bijih emas murni, yang dapat jadikan bahan baku perhiasan.
Pengolahan Perak
Pengolahan Perak menggunakan bongkahan perak yang dicampur dengan perak berkadar kemurnian rendah. Kemudian dilelehkan dan dimasukkan ke cetakan. Lalu diberi lapisan supaya tidak cepat usang.
Pengolahan Perunggu

Pengolahan Perunggu dilakukan dengan dua metode, yaitu setangkup dan lilin. Metode setangkup adalah cara membentuk perunggu menggunakan alat yang berbentuk penjepit dengan lubang kecil di bagian atas. Sedangkan metode lilin menggunakan cetakan berbahan dasar lilin dengan berbagai model sebagai wadah perunggu yang telah dilelehkan.
Pengolahan Berlian
Pengolahan berlian memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan yang lainnya. Dimulai dari pengambilan foto (proses marking) dari bentuk mentah berlian, untuk menghindari kerusakan dan bagian yang terbuang sia-sia.
Kemudian pembuatan sketsa 3 dimensi, untuk menentukan bentuk dan pola yang cocok dengan ukuran berlian. Lalu pemotongan menggunakan laser khusus. Setelah semuanya tepat, maka berlian dikilapkan dan dipasangkan ke perhiasan.
Kawan tambang, masing-masing hasil tambang tersebut memiliki sifat dasar yang berbeda, maka pengolahannya pun membutuhkan proses yang berbeda. Namun hasilnya adalah perhiasan yang indah.







