Sabtu, Juni 15, 2024
Ilmu TambangPerkenalkan Kapal Tongkang, Pahlawan Pengangkut Batubara

Perkenalkan Kapal Tongkang, Pahlawan Pengangkut Batubara

Pahlawan Pengangkut Batubara – Kapal tongkang atau ponton adalah alat transportasi air yang digunakan untuk mengangkut barang-barang yang berbobot berat. Kapal tongkang biasanya berbentuk kotak simetris besar dan dibuat dari bahan dasar baja. Kapal ini memang tidak memiliki mesin penggerak sehingga bergantung pada kapal tunda (tug boat) yang menariknya.

Kapal tongkang sejak awal telah menjadi pilihan utama untuk mengangkut batubara dalam jumlah yang besar. Di Indonesia sendiri, sejak tahun 1980 kapal tongkang sudah banyak digunakan untuk mengangkut barang tambang. 

Kapal tongkang dibagi dalam jenis-jenis berdasarkan ukuran dan daya muat, berikut rinciannya: 

  1. Ukuran 180 feet dapat mengangkut sekitar 2.000 ton batubara
  2. Ukuran 230 feet dapat mengangkut sekitar 4.000 ton batubara
  3. Ukuran 270 feet dapat mengangkut sekitar 6.000 ton batubara
  4. Ukuran 300 feet dapat mengangkut sekitar 8.000 ton batubara
  5. Ukuran 330 feet dapat mengangkut sekitar 10.000-12.000 ton batubara

Dimensi kapal tongkang diukur dan dihitung menggunakan metode statistik. Untuk menemukan ukuran kapal butuhkan hal itu didasarkan pada kapasitasnya, seperti dimensi panjang x (kali) lebar x (kali) tinggi. 

Bentuk kapal tongkang di bagian depan terdapat rumah jangkar. Kemudian ramp door di bagian depan untuk jalur yang dapat dimasuki truk pengangkut batubara. Namun ramdoor tidak diperlukan jika pemuatan batubara ke tongkang menggunakan crane.

Pemuatan batubara ke dalam kapal tongkang harus mematuhi Standard Operasional Prosedur  (SOP) yang berlaku, tidak sembarangan dan harus diawasi oleh pengawas. 

Baca Juga: Sektor Tambang hingga Properti Berpeluang Adopsi Teknologi 5G

Petugas mengawasi aktivitas bongkar muat batubara ke dalam kapal tongkang. Selain itu, sebelum mulai beroperasi kapal tongkang perlu diuji kelayakan oleh BKI (Biro Klasifikasi Indonesia).

Hal tersebut dilakukan agar dapat meminimalisir resiko kecelakaan yang sering terjadi saat beroperasi ketika memuat batubara seperti kebocoran, komponen yang rusak, serta tabrakan. Kapal tongkang yang telah teruji kelayakan diharapkan akan aman dalam operasinya mengangkut batubara ke lokasi tujuan dengan selamat.  

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer