4 Alasan Utama Kenapa Kita Sulit Lepas dari Batubara

4 Alasan Utama Kenapa Kita Sulit Lepas dari Batubara

Bahkan, setelah beberapa pembatalan proyek di negara-negara seperti India, sekitar 100 gigawatt dalam kapasitas pembangkit listrik tenaga batubara sedang dibangun.

Sebagian besar kapasitas tersebut sedang dibangun di India, Indonesia, Taiwan, Vietnam, Malaysia, Filipina, Pakistan, Bangladesh, dan Afrika Selatan.

Permintaan yang meningkat terhadap batubara tidak mungkin berkurang dalam waktu dekat.

Sebagai contoh kasus, energi alternatif dari sumber gas alam tidak bisa seketika menggantikan perannya.

Alasannya adalah karena banyak negara berkembang tidak memiliki cadangan gas utama yang murah dan mudah diakses, sehingga perlu mengimpor gas alam cair (LNG).

Tetapi biaya yang terkait dengan LNG, termasuk pencairan, transportasi, dan pembangunan infrastruktur untuk memindahkan gas ke daratan, menjadikannya tidak kompetitif dengan batubara dalam banyak kasus.

  1. Benua Asia Sebagai Konsumen Terbesar
Baca Artikel  Batubara Indonesia Diekspor Terangi Negara Lain

Asia sebagai rumah bagi setengah populasi dunia faktanya menyumbang tiga perempat dari konsumsi batubara global saat ini.

“Lebih penting lagi, konsumsi ini menyumbang lebih dari tiga perempat pabrik batubara yang sedang dalam tahap konstruksi atau dalam tahap perencanaan,” kata Urgewald, kelompok advokasi Jerman yang melacak pengembangan batubara.

Adapun pemimpin utama dalam konsumsi batubara adalah China. Negara ini mengonsumsi setengah dari produksi batubara dunia.

Lebih dari 4,3 juta orang China dipekerjakan di tambang batubara di negara itu. 

Bahkan, Beijing telah menambahkan 40 persen kapasitas energi fosil itu di tingkat dunia sejak 2002, di mana merupakan peningkatan terbesar dalam 17 tahun terakhir.

Baca Artikel  Mengenal Manfaat Material Hasil Tambang di Dunia Militer