Minggu, Mei 26, 2024
Berita Tambang4 Pola Pengeboran Tambang Bawah Tanah, Pelajari Di Sini Yuk!

4 Pola Pengeboran Tambang Bawah Tanah, Pelajari Di Sini Yuk!

ilmutambang.com – Pengeboran bukaan bawah tanah adalah tahap penting dalam proses pertambangan bawah tanah. Dalam proses ini ada beberapa pola pengeboran yang dilakukan.

Pola pengeboran yang tepat akan mengoptimalkan ekstraksi mineral, mengurangi risiko kecelakaan dan meningkatkan efisiensi operasional. 

Pola Pengeboran Tambang

Berikut empat pola pengeboran yang umum digunakan di tambang bawah tanah:

1. Center Cut (Pola Piramida)

Pengeboran ini terdiri dari empat atau enam lubang bor dengan diameter yang sama, yang diarahkan ke satu titik sehingga membentuk bentuk piramida. Bahan peledak ditempatkan di puncak piramida.

Pola ini sangat cocok untuk jenis batuan yang sangat keras, tetapi menghabiskan banyak bahan peledak dan menghasilkan getaran tinggi yang dapat mengakibatkan batu-batu kecil terlontar.

Baca Artikel  5 Peluang Kewirausahaan di Bidang Geologi Pertambangan

2. Wedge Cut (Pola V)

Pengeboran ini menggunakan sepasangan lubang bor dengan diameter yang sama, yang diarahkan ke satu titik. Namun lubang bor di setiap pasangan sejajar satu sama lain sehingga membentuk bentuk “V” (baji). Meskipun lebih mudah dilakukan dibandingkan dengan center cut, pola ini tidak cocok untuk batuan yang sangat keras.

3. Drag Cut (Pola Kipas)

Pengeboran ini mirip pola wedge cut, namun beda pada posisi baji, yang tidak terletak di tengah bukaan, melainkan pada lantai atau dinding bukaan. Yaitu dengan membuat lubang bor miring untuk membentuk rongga di lantai atau dinding. Pola ini cocok untuk jenis batuan berlapis dan tidak terlalu keras.

Baca Artikel  7 Desa Binaan Pama Site Kideco Raih Penghargaan Proklim KLHK 2023

4. Burn Cut

Pengeboran ini membuat lubang bor secara paralel dan tegak lurus terhadap face, dengan jarak spasi yang cukup rapat. Pola ini umumnya menggunakan lubang bukaan dengan ukuran yang kecil. Pola ini cocok untuk jenis batuan yang keras dan regas, misalnya batuan beku, tetapi tidak cocok untuk struktur berlapis. 

Pemilihan pola pengeboran yang tepat, yaitu dengan mempertimbangkan jenis batuan, ukuran bukaan dan efisiensi operasional. Memahami pola-pola ini juga akan membantu meningkatkan hasil tambang, mengurangi konsumsi bahan peledak dan mengurangi risiko kecelakaan kerja. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer