Minggu, Mei 26, 2024
Ilmu Tambang4 Strategi Efektif Menghadapi Pandemi yang Berkelanjutan

4 Strategi Efektif Menghadapi Pandemi yang Berkelanjutan

Dampak dari pandemi selama dua tahun lebih, dunia pertambangan pun ikut mengalami banyak perubahan. Mulai dari struktur, strategi bisnis hingga operasional. 

Pandemi secara tidak langsung menyebabkan beberapa masalah bisnis pertambangan, mulai dari berkurangnya permintaan yang berdampak pada kapasitas produksi, ketidakpastian investasi, hingga harga batubara. 

Di sisi lain, apabila harga komoditas batubara tengah turun maka perusahaan merespons dengan memangkas biaya. Hal tersebut merupakan strategi untuk pengurangan cost terhadap siklus pasar yang berubah. 

Ada empat strategi bisnis pertambangan untuk meningkatkan efisiensi biaya pasca-pandemi seperti ini: 

1. Perkuat Perencanaan Tambang

Untuk meningkatkan produktivitas sektor tambang, perusahaan dapat melakukan:

  • Fokus kepada produksi berkualitas tinggi dengan cara meningkatkan cut-off grades.
  • Mengurangi pengeluaran aset dan fasilitas dengan potensi produksi yang lebih rendah dan umur tambang yang lebih pendek.
  • Mempertimbangkan manfaat dan potensi risiko pengurangan cadangan.
  • Meningkatkan kapasitas produksi fasilitas tambang yang berbiaya lebih rendah dan memprioritaskan proyek dengan biaya yang lebih rendah pula.
  • Fokus kepada pencarian dan mempertahankan pekerja perencana tambang yang berpengalaman dan mampu meningkatkan kinerja operasional.
  • Menjaga produktivitas harian, umumnya volume produksi, lokasi penambangan dan kandungan mineral.
Baca Artikel  Kideco Jadi Kunci Dongkrak Produktivitas Kinerja INDY

2. Manfaatkan Perkembangan Teknologi

Produktivitas dalam dunia tambang umumnya berhubungan dengan faktor-faktor hasil dalam satuan per unit waktu, per unit kualitas, dan per unit biaya. Perusahaan dapat menerapkan teknologi guna mencapai output agar efisien dengan cara: 

  • Menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas di lokasi tambang.
  • Menggunakan IoT untuk mengatasi penggerak bisnis inti, seperti time management, allocation management, labor control dan tarif operasi.
  • Menggunakan sistem pelaporan untuk mempermudah pelaporan kinerja operasional secara aktual dan real-time.
  • Menggunakan teknologi pada visibilitas produksi untuk mendapatkan gambaran jelas terkait operasional penambangan dari pit ke port.

3. Tingkatkan Kontrol Anggaran dan Manajemen Risiko

Demi meningkatkan outcome dari proyek pertambangan, perusahaan tambang dapat melakukan:

  • Memantau pengeluaran aktual, termasuk biaya per unit produksi.
  • Memberikan metrik utama dengan operator teknik, pengadaan, manajemen konstruksi (EPCM), operator tambang dan produsen. Memperkuat manajemen modal kerja (working capital management)
Baca Artikel  Orang Terkaya Bidang Tambang dan Geologi, Siapa Saja?

4. Fokus Perencanaan Tenaga Kerja

Untuk memaksimalkan produktivitas tenaga kerja, perusahaan harus dapat mendefinisikan dengan baik asumsi tenaga kerja terhadap perusahaan, serta meningkatkan manajemen tenaga kerja, dengan cara:

  • Memperkuat sinergi dengan memperjelas model bisnis dalam pengaturan tambang, pabrik, infrastruktur dan LOB lainnya.
  • Memberikan penghargaan kepada tenaga kerja yang transparan dan kompeten.
  • Melibatkan karyawan dalam program pelatihan, pengembangan karir dan lainnya.
  • Menerapkan praktik kerja yang lebih hemat biaya, seperti kelompok kerja, pelatihan silang (cross training) dan pemanfaatan teknologi otomatisasi, khususnya dalam hal peralatan kerja, pemantauan lapangan dan alat keselamatan kerja.
  • Melibatkan penduduk lokal dalam pekerjaan utama.

Dari keempat strategi diatas, tentunya kita semua berharap dapat membawa dampak positif pada perkembangan industri di Indonesia, tidak terkecuali sektor pertambangan. Semoga industri ini dapat kembali seperti semula ya. 

Baca Artikel  Dari Pertambangan Ke Pariwisata! Wujud Tambang Berkelanjutan

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer