Jumat, Juni 14, 2024
Berita TambangMemahami 5 Kriteria Kecelakaan Menurut Kepmen ESDM

Memahami 5 Kriteria Kecelakaan Menurut Kepmen ESDM

ilmutambang.com – Kecelakaan kerja di wilayah tambang merupakan hal yang tidak diinginkan perusahaan dan pekerja. Kecelakaan kerja tidak hanya merugikan perusahaan secara materi, tetapi kehilangan nyawa pekerja tambang yang sangat berharga.

Kecelakaan tambang setidaknya harus memenuhi lima kriteria yang ditetapkan oleh Keputusan Menteri Energi Dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 1827 K/30/MEM/2018, tentang Pedoman Pelaksanaan Kaidah Teknik Pertambangan Yang Baik. 

Kepmen tersebut dibuat untuk menggantikan Keputusan Menteri Pertambangan dan Energi Nomor 555.K/26/M.PE/1995, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pertambangan Umum.

Kriteria kecelakaan Kerja

Kriteria kecelakaan kerja di pertambangan, antara lain:

  1. Benar-benar terjadi, tidak diinginkan, tidak direncanakan, dan tidak ada unsur kesengajaan.
  2. Menyebabkan cidera pekerja tambang atau orang yang dapat izin dari kepala teknik tambang (KTT) atau penanggungjawab teknik dan lingkungan (PTL).
  3. Disebabkan oleh kegiatan usaha pertambangan atau pengolahan dan/atau pemurnian atau akibat kegiatan penunjang lainnya.
  4. Terjadi pada jam kerja atas pekerja tambang dan setiap orang yang diberi izin berada di wilayah tambang.
  5. Terjadi di dalam wilayah kerja pertambangan atau wilayah proyek.
Baca Artikel  Indonesia Dapat Durian Runtuh dari Batubara Cs Hingga Rp152 Triliun

Selain itu perlu diperhatikan juga bahwa, kecelakaan kerja harus terjadi di Wilayah kegiatan usaha pertambangan yang mencakup WIUP, WIPR, WIUPK, WIUP OPK Pengolahan dan/atau Pemurnian dan Wilayah Proyek.

Jenis Cidera

Jika dilihat dari cedera yang ditimbulkan oleh kecelakaan kerja menurut Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018, ada 3 jenis cedera yaitu ringan, berat dan mati.

  1. Cidera Ringan

Cedera yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas lebih dari 1 (satu) hari dan kurang dari 3 (tiga) minggu, termasuk hari minggu dan hari libur.

  1. Cidera Berat 

Cedera berat dibagi menjadi 3:

A. Cedera yang menyebabkan pekerja tambang tidak mampu melakukan tugas selama sama dengan atau lebih dari 3 (tiga) minggu termasuk hari minggu dan hari libur

Baca Artikel  Begini Cerita Sawahlunto Jadi Surganya Tambang Indonesia

B. Cedera yang menyebabkan pekerja tambang cacat tetap (invalid)

C. Cedera seperti salah satu di bawah ini:

  • Keretakan pada tengkorak, tulang punggung, pinggul, lengan bawah sampai ruas jari, lengan atas, paha sampai ruas jari kaki dan tengkorak lepas bagian wajah
  • Pendarahan dalam atau pingsan karena kekurangan oksigen
  • Luka berat berupa luka terbuka/terkoyak yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan tetap; atau
  • Persendian lepas, yang tidak pernah terjadi sebelumnya. 
  1. Meninggal

Kecelakaan yang mengakibatkan pekerja tambang mati.

Kawan tambang, itu daftar peristiwa yang dapat diidentifikasikan sebagai kecelakaan tambang dan cedera yang diakibatkannya. Untuk itu perusahan tambang harus membekali pekerja dengan semua alat keselamatan kerja, pendidikan dan pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja. 

Baca Artikel  Apa Saja Parameter Uji Kualitas Batubara? Pelajari Di Sini!

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer