Akibat Covid-19 Produksi Batubara RI 2020 Anjlok

Akibat Covid-19 Produksi Batubara RI 2020 Anjlok

Merujuk data dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, per 10 Desember 2020, realisasi produksi batubara sebesar 514,20 juta ton. 

Dari realisasi tersebut, sebanyak 218,17 juta ton dipasok ke pasar ekspor. Sedangkan 108,45 juta ton untuk kebutuhan dalam negeri atau Domestik Market Obligation (DMO).

Selain itu, kondisi pasar dan harga yang tertekan turut membuat kinerja ekspor batubara Indonesia anjlok dalam 11 bulan 2020 ini. 

Pandemi Covid-19 juga membuat permintaan terhadap batubara merosot.

Analis Kebijakan Madya Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian ESDM Dodik Ariyanto membeberkan, volume ekspor batubara sampai dengan November 2020 tercatat sebanyak 364 juta ton. 

Baca Artikel  4 Jenis Kapal untuk Transportasi Batubara, Ada Jagoanmu?

Angka itu turun 13% dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu, yang sebesar 418 juta ton.

Merosotnya volume dan harga batubara membuat nilai ekspor komoditas emas hitam itu pun menurun. 

Hingga November 2020, nilai ekspor batubara Indonesia sebesar US$ 14,8 miliar, anjlok 25% dibandingkan dengan nilai ekspor sampai dengan November 2019 yang sebesar US$ 19,86 miliar.

Maklum, China dan India merupakan pasar ekspor batubara yang paling dominan.

Secara global, pandemi covid-19 telah menurunkan permintaan batubara dari sejumlah negara konsumen.

Kondisi itu sebagai akibat dari kebutuhan batubara yang merosot. Kebutuhan batubara India, misalnya, telah turun sekitar 20% juga Korea Selatan yang menurun 15%.

Baca Artikel  Berkat Kideco Kini INDY Kantongi Laba Bersih US$12 Juta

Sebagai informasi, dalam lima tahun terakhir, volume ekspor batubara Indonesia terus menanjak. Hingga puncaknya pada tahun lalu menyentuh level 455 juta ton.