Selasa, Juni 15, 2021

Anak Tambang Wajib Tahu 5 Lingkungan Pengendapan Batubara!

Batubara sebagai salah satu komoditas berharga pertambangan umumnya memiliki macam-macam kondisi lingkungan pengendapan batubara. Adanya berbagai kondisi lingkungan tersebut sangat berpengaruh terhadap hasil akumulasi tumbuh-tumbuhan yang ada pada batubara. 

Menurut para ahli, lingkungan pengendapan batubara dapat digunakan untuk menentukan penyebaran lapisan, cara terjadinya, serta kualitas batubara. Namun, ada kalanya prediksi akurat tidak ditemukan dalam prosesnya.

Untuk lebih memahaminya, berikut diuraikan secara lengkap macam-macam lingkungan pengendapan batubara, sebagaimana yang dikemukakan oleh Horne et al.

Lingkungan Pengendapan Barrier

Lingkungan pengendapan barrier terbentuk selama delta mengalami progradasi. Kemudian akan terjadi pengisian suplai sedimen dari darat dan laut hingga meluas ke daerah rawa back-barrier. Lingkungan barrier memiliki peran penting, yaitu menutup pengaruh oksidasi dari air laut dan mendukung pembentukan gambut di bagian dataran.

Lingkungan Pengendapan Back-Barrier 

Lingkungan back-barrier memiliki karakteristik batu sedimen yang  mengalami coarsening upward, terdapat serpih abu-abu gelap yang kaya bahan organik, batu lanau, dan mengandung batubara yang tipis dengan penyebaran secara lateral yang tidak menerus serta konkresi siderit. 

Umumnya, batubara di daerah lingkungan back–barrier umumnya tipis, tidak menerus, mengandung banyak sulfur, dan seringkali juga disebut shale hitam atau bone coal.

Baca Juga : Kamu Anak Tambang? Bisa Bedain Jenis Kualitas Batubara?

Lingkungan Pengendapan Lower Delta Plain 

Selanjutnya, lingkungan lower delta plain yang didominasi oleh sekuen coarsening upward. Lingkungan ini terdiri dari batu lumpur dan batu lanau. Selain itu, memiliki ketebalan antara 15-55 m dan penyebaran lateral 8 hingga 10 km. Bagian bawah dari sekuen sedimen ini adalah batu lumpur abu-abu gelap hingga hitam dan terdapat siderit dan batu gamping dengan sebaran yang tidak teratur. Pada bagian atas sekuen ini kerap ditemukan batu pasir, Kondisi ini menunjukkan adanya peningkatan energi transportasi pada daerah perairan dangkal ketika teluk terisi endapan sedimen.

Related Articles

Indonesia
115,197
Total active cases
Updated on June 15, 2021 6:12 am

Latest Articles