Senin, Mei 27, 2024
MinerbaBatubaraBelajar Metode Heap Leaching Pertambangan Emas Yuk..

Belajar Metode Heap Leaching Pertambangan Emas Yuk..

Proses pelindian tumpukan (heap leaching) adalah metode ekstraksi untuk melindi secara selektif bijih dan memulihkan emas dari cairan yang mengalir keluar selama proses infiltrasi dengan cara menyemprotkan larutan pelindian.

Proses ini sederhana, pengoperasian mudah, singkat, ruang kecil, kemampuan beradaptasi kuat, skala besar atau kecil, investasi rendah dan biaya produksi rendah.

Metode ini tidak hanya dilakukan emas, namun juga tembaga, perak serta uranium dan memiliki aplikasi baru untuk mineral bukan logam, seperti sendawa dan remediasi tanah.

Ada empat hal penting proses pencucian dengan metode pelindian tumpukan, yaitu:

  1. Proses Pencucian Tumpukan Emas

    Proses pelindian dimulai dengan menghancurkan emas tingkat rendah ke ukuran partikel tertentu (granulasi). Lalu ditumpuk di tempat anti bocor, yang di aspal, beton atau plastik.

    Untuk melarutkan logam semprotkan sianida konsentrasi rendah, larutan alkali, pelarut tidak beracun atau asam sulfat pada tumpukan

    Larutan yang mengandung emas dikeluarkan dari tumpukan menggunakan adsorpsi karbon aktif atau perpindahan bubuk seng untuk memulihkan emas.
  2. Pencucian atau Heap Leaching

    Ada dua jenis proses pencucian industri, pelindian timbunan jangka pendek dan jangka panjang. Proses pelindian tumpukan jangka pendek, biasanya bijih dihancurkan hingga kurang dari 20 mm.

    Saat memproses urat kuarsa yang mengandung emas, biasanya dihancurkan hingga kurang dari 6 mm. Tumpukan bijih dilindi pada alas dasar permanen, dengan tinggi tumpukan 3-6 meter, volume per-tumpukan 100-10000 ton.

    Siklus pelindian per tumpukan biasanya 7-30 hari. Setelah itu limbah dikeluarkan dari alas dan kemudian kerikil baru ditumpuk untuk siklus pelindian berikutnya.

    Metode jangka panjang menggunakan penambangan terbuka bijih kadar rendah longgar dan tidak terputus, yang terdiri dari beberapa kerikil raksasa, tetapi sebagian besar bahan baku kurang dari 150 mm. Kapasitasnya antara 10.000-2.000.000 ton bijih per tumpukan.

    Bentuknya mirip kerucut terpotong dengan ketinggian 6-10 meter. Tumpukan ini memiliki periode pelindian panjang sekitar 4-5 bulan. Umumnya mineral dalam tumpukan pelindian selama beberapa tahun. Setelah pencucian selesai sampah ditumpuk di alas bawah.

  3. Pencucian Tumpukan Emas

    Emas dan perak dilindi dari bijih melalui oksidasi. Ukuran emas harus sangat halus dan harus dapat ditembus oleh larutan sianida. Artinya bijih memiliki retakan.

    Jika bijih mengandung tanah liat dan permeabilitasnya rendah maka dapat ditingkatkan dengan pellet.

    Bijih tidak mengandung bahan karbon yang mampu menyerap kompleks sianida emas. Sehingga tidak mengandung banyak senyawa yang dapat bereaksi dengan larutan sianida. Senyawa itu antara lain antimon sulfida teroksidasi sebagian, seng sulfida, besi sulfida, tembaga sulfida dan mineral yang mengandung arsenik.
  4. Proses Perlindian Tumpukan Emas

    Proses pelindian sering digunakan untuk mengembangkan deposit emas berukuran kecil atau bijih berkadar rendah (1-3 g/t), atau emas yang berkadar rendah yang tidak dapat dikembangkan dan dimanfaatkan dengan metode konvensional.

Kawan tambang, lahan untuk proses heap leaching harus sesuai kondisi medan dan lokasi topografi masing-masing. Hal ini dapat mempermudah proses persiapan bijih mentah, konstruksi matras pencucian, penumpukan bijih, persiapan solusi pencucian, semprot dan pengumpulan.  

Baca Artikel  Menilik Kembali Sejarah Pertambangan Timah di Indonesia

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer