Tanaman fitoremediasi merupakan jenis tumbuhan yang mempunyai peran penting dalam mengatasi pencemaran air di pertambangan. Padahal kebanyakan orang berpikir bahwa pencemaran harus diatasi dengan sesuatu yang besar atau rumit.
Namun sesungguhnya banyak usaha sederhana yang bisa membantu menangani masalah pencemaran, seperti tumbuhan fitoremediasi. Selain mempunyai tugas penting, beberapa tumbuhan tersebut sesungguhnya bentuknya juga indah karena memiliki bunga.
Tumbuhan fitoremediasi mampu mengatasi permasalahan polusi air yang disebabkan oleh kontaminasi logam berat. Pencemaran polutan yang terkandung di dalam air tersebut perlu diatasi sebab akan mengganggu keberlangsungan kehidupan hewan dan organisme lain. Bahkan, manusia yang menggunakan air tersebut juga akan terdampak.
Polutan yang paling banyak terkandung di dalam air adalah logam berat, yang berasal dari limbah domestik, limbah industri, residu agrokimia sampai emisi kendaraan bermotor.
Fitoremediasi mampu menyingkirkan beragam logam berat, polyaromatic hydrocarbons, sampai pestisida di air maupun tanah. Fitoremediasi menyerap polutan di dalam air memakai akar, sehingga mampu memperlambat gerakan air yang terkontaminasi.
Salah satu jenis tanaman fitoremediasi adalah bunga matahari. Tanaman ini mampu hidup di daerah tropis ini dapat menyerap logam dengan mengakumulasi Cu, Pb dan Cd pada bagian daun.
Selain bunga matahari, ada pula tanaman Iris Pseudacorus yang mampu menyisihkan nitrogen, fosfor, BOD, COD, Cu, Mn, Fe, Cd, Cr sampai Pb. Iris Pseudacorus mempunyai tingkat produksi biomassa tinggi, mampu mentolerir lingkungan tercemar hingga berperan dalam pengolahan air.
Tanaman fitoremediasi lainnya adalah Vetiver, yang mampu menyerap logam seperti Pb dan Zn. Vetiver mampu memperbaiki kualitas air, menyerap racun bahkan mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.
Tanaman fitoremediasi selanjutnya adalah Typha Latifolia yang tergolong alang-alang dan mampu menyisihkan logam berat. Typha Latifolia dapat mengurangi Fe, Ni dan Mn.
Pencemaran air menyebabkan beragam masalah, mulai dari kesehatan, pertanian bahkan ekosistem. Solusi mudah dan murah untuk mengatasinya adalah mengandalkan tanaman fitoremediasi.





