Zat Terbang
Zat terbang atau Volatile Matter (VM) mempengaruhi kesempurnaan pembakaran dan intensitas api batubara. Penilaian tersebut didasarkan pada rasio atau perbandingan antara kandungan karbon atau fixed carbon dengan zat terbang, yang disebut rasio bahan bakar (fuel ratio).
Semakin tinggi nilai fuel ratio, maka jumlah karbon batubara yang tidak terbakar juga semakin banyak.
Kadar Karbon
Besarnya kandungan karbon batubara bisa dinilai dengan rumus pengurangan jumlah 100 dengan kadar kelembaban, kadar abu, dan kadar zat terbang yang ada. Kadar karbon dan zat terbang digunakan untuk menentukan fuel ratio yang dibutuhkan.
Kadar Sulfur
Kandungan sulfur dalam batubara terbagi menjadi pyritic sulfur, sulfate sulfur, dan organic sulfur. Penilaian kandungan sulfur dalam batubara dinyatakan dalam Total Sulfur (TS).
Kadar sulfur berpengaruh pada tingkat korosi sisi dingin pada elemen pemanas udara, juga pada efektivitas penangkapan abu pada peralatan electrostatic precipitator.
Kadar Kegerusan
Kadar kegerusan sangat berpengaruh pada kerja pulveriser. Jika nilainya rendah, maka kapasitas harus menyesuaikan nilai tersebut dengan dioperasikan secara rendah. Penilaian kadar kegerusan digunakan untuk menentukan tingkat kehalusan yang sesuai.
Untuk menentukan kadar-kadar di atas pada batubara, tentu dibutuhkan analisis pada laboratorium untuk kemudian dilakukan proses pengolahan secara terukur untuk menghasilkan batubara dengan kualitas yang tinggi.




