Sabtu, November 26, 2022

Ini 5 Emiten Produsen Batubara Terbesar di RI, Siapa Saja Ya?

Emiten Produsen Batubara Terbesar di Indonesia

Industri batubara kembali menjadi sorotan setelah Menko Marves RI, Luhut Binsar Panjaitan, menyampaikan pemerintah akan mempensiunkan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara.

Hal ini tentunya berdampak pada menurunnya prospek permintaan si batu legam ini. Padahal produksi batubara dalam negeri, khususnya emiten atau perusahaan terbuka, masih teramat tinggi.

Beberapa emiten batubara bahkan menjadi perusahaan dengan produksi terbesar di Indonesia. Penasaran perusahaan batubara terbaik apa saja yang masuk ke dalam daftar tersebut? Berikut rinciannya: 

PT Kideco Jaya Agung (Kideco) 

PT Kideco Jaya Agung (Kideco) merupakan salah satu anak perusahaan PT Indika Energy (INDY) yang fokus untuk memproduksi batubara. 

Mengutip data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada 2021 Kideco tercatat mampu memproduksi sebanyak 35,7 juta ton batubara. Adapun pada tahun 2022  ini, Kideco menurunkan target produksi batubara-nya dari realisasi 2021, yaitu menjadi 34 juta ton.

PT Adaro Energy Indonesia Tbk. (ADRO)

Perusahaan batubara yang dikelola kakak Menteri BUMN Erick Thohir, Garibaldi Thohir, ini memproduksi batubara dengan volume 52,7 juta ton pada 2021, dari target 52-54 juta ton.

Tahun 2022 ini, Adaro telah menargetkan dapat mencapai produksi sebanyak 58 sampai 60 juta ton batubara.

PT Bumi Resources Tbk. (BUMI)

Emiten batu bara kongsi Salim Group dan Bakrie Group ini menjadi emiten batu bara dengan produksi terbesar di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

BUMI mencatatkan realisasi produksi batu bara sebesar 78 juta ton tahun lalu. Pada 2022, BUMI menargetkan untuk memproduksi batu bara dengan jumlah serupa, yakni 78 juta ton.

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)

PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) merupakan salah satu anak perusahaan Grup Sinar Mas. DSAA secara grup memproduksi batubara sebanyak 33,9 juta sepanjang tahun 2021.

Pada 2022, DSSA menargetkan untuk memproduksi sejumlah 40 juta ton batubara. Konglomerat di baliknya tentu saja Keluarga Widjaja, yang didirikan mendiang Eka Tjipta Widjaja.

PT Bayan Resources Tbk. (BYAN)

Emiten milik konglomerat Dato’ Low Tuck Kwong ini memproduksi sebanyak 37,6 juta ton batubara pada 2021.

Pada 2022, BYAN berencana memproduksi sejumlah 37 juta-39 juta ton batubara. Low Tuck Kwong kini menjadi orang terkaya ketiga di Indonesia, berkat peningkatan saham BYAN secara signifikan. Total kekayaannya per Sabtu (12/11/2022) mencapai US$10,4 miliar atau setara Rp161,2 triliun.

Itu dia informasi mengenai lima emiten produsen batubara terbesar yang ada di Indonesia. Melihat jumlah produksi batubara setiap tahunnya yang cukup besar, semoga bisa memprioritaskan untuk kebutuhan dalam negeri dulu ya.

Nah, apabila Kawan Tambang tertarik dengan informasi seperti ini atau informasi seputar pertambangan batubara lainnya, bisa mengunjungi website Ilmu Tambang untuk eksplorasi lebih jauh. Atau bisa juga follow media sosial instagram Ilmu Tambang di @ilmutambang.id untuk mendapatkan update isu pertambangan terbaru.

Related Articles

Indonesia
63,052
Total active cases
Updated on November 26, 2022 6:44 pm

Latest Articles