Rabu, Februari 1, 2023
MinerbaBatubaraPerlahan Tapi Pasti, Harga Batubara Akhirnya Naik Juga!

Perlahan Tapi Pasti, Harga Batubara Akhirnya Naik Juga!

Harga batubara mulai bangkit pada awal November walaupun setelah ambruk pada akhir Oktober.

Pada perdagangan Rabu (2/11/2022), harga batubara kontrak Desember di pasar ICE Newcastle ditutup di US$ 362,5 per ton. Harganya menguat 1,39 persen dibandingkan perdagangan hari sebelumnya, yaitu di angka US$ 353 per ton.

Penguatan hari ini menjadi kabar positif setelah harga pasir hitam ambruk 4,8 persen pada perdagangan Senin (31/10/2022).

Dalam sepekan terakhir, harga batubara masih anjlok 5,7 persen secara point to point. Harga batu bara juga masih jeblok 11,5 persen sebulan tetapi dalam setahun melesat 159,7 persen.

Kenaikan harga batubara salah satunya dipicu kabar positif dari Jepang dan China yang mengimpor batubara. 

Mengutip Nikkei Asia, Jepang mengimpor batubara sebanyak 5,06 juta ton pada September atau naik 8 persen dibandingkan Agustus. Kendati demikian, secara keseluruhan, impor batubara Jepang masih melandai 4 persen menjadi 46 juta ton pada Januari-September 2022.

Australia menjadi pemasok batubara untuk Jepang dengan total 3,16 juta ton disusul dengan Amerika Serikat dengan 472.020 ton.  

Impor batubara Jepang naik sejalan dengan meningkatnya permintaan baja untuk industri, terutama otomotif.

Sementara itu, China dilaporkan akan meningkatkan kapasitas pembangkit listrik batubara mereka dalam jangka pendek. Oleh karena itu, negara Tirai Bambu ini memutuskan untuk mengimpor batubara. 

Beijing berencana akan menambah kapasitas pembangkit listrik batu bara hingga 165 Gigawatts (GW) hingga 2023 dan 270 GW hingga 2025. Kapasitas sebesar itu belum pernah dicatatkan negara lain di dunia.

Baca Artikel  Pasokan Gas Eropa Seret, Harga Batubara Acuan Meroket!

Untuk mendukung lalu lintas perdagangan batubara, pemerintah Cangzhou di Provinsi Hebei batu saja membuka Huanghua Port untuk lalu lintas perdagangan luar negeri,pada 30 Oktober lalu.

Permintaan batubara dari China memang belum sepenuhnya membaik dengan adanya lockdown dan perlambatan ekonomi. Namun, jika ekonomi China pulih maka permintaan batu bara diharapkan akan kembali meningkat, mengingat Beijing adalah konsumen terbesar batubara di dunia.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer