Selasa, Juni 15, 2021

Industri Batubara Turunan Ciptakan Lapangan Kerja

Presiden Joko Widodo (Jokowi)  mendorong  jajarannya untuk mempercepat pengembangan industri turunan batubara agar dapat meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut, mengurangi impor bahan baku industri, dan nantinya bisa menciptakan lapangan kerja sebanyak-banyaknya.

“Untuk itu kita harus bergerak ke pengembangan industri turunan batubara,” kata Presiden Jokowi pada Jumat (23/10/2020).

Adapun upaya pengembangan industri turunan batubara yang dimaksud adalah peningkatan mutu (upgrading) batubara domestik, pembuatan briket, pembuatan bahan bakar seperti kokas, pencairan batubara, dan gasifikasi batubara.

“Saya yakin dengan mengembangkan industri ini, saya yakin dapat meningkatkan nilai tambah komoditas berkali-kali lipat,” lanjutnya.

Maka dari itu, Presiden meminta jajaran kementerian menyusun peta jalan optimalisasi batubara dalam negeri. Peta jalan tersebut harus mengadaptasi teknologi yang ramah lingkungan.

“Tentukan strategi, tentukan produk hilir yang ingin kita kembangkan, sehingga jelas arah mana yang akan kita tuju,” ujarnya.

Lebih lanjut, Jokowi menekankan, pengembangan industri turunan atau yang termasuk dalam kegiatan hilirisasi industri harus menjadi strategi besar yang konsisten direalisakan

“Kita semua harus bergeser dari negara pengekspor bahan-bahan mentah dan salah satunya adalah batubara, menjadi negara industri yang mampu mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi,” timpalnya. 

Sebelumnya dalam keterangan resminya, Jokowi menuturkan, peningkatan nilai tambah batubara menjadi suatu keharusan di Indonesia.

Ia menilai. di dalam negeri harus bisa menjadi negara industri pengolah barang mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi.

“Ini strategi besar, kita harus konsisten untuk menjalankannya. Saya yakin dengan mengembangkan industri turunan batubara ini dapat meningkatkan nilai tambah komoditas berkali lipat,” tutur Jokowi.

Untuk diketahui, salah turunan industri batubara adalah program gasifikasi batubara. Dalam hal ini DME (dimethyl ether) dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif pengganti LPG (liquefied petroleum gas). 

Baca Juga: Mau Terjun ke Dunia Tambang? Pahami Dulu Budaya Kerjanya!

Sedangkan syngas yang merupakan singkatan dari synthetic gas merupakan gas berenergi yang dihasilkan melalui proses gasifikasi batubara untuk dimanfaatkan sebagai bahan baku industri kimia seperti pupuk dan petrokimia, listrik dan gas kota.

“Saya yakin dengan mengembangkan industri ini, saya yakin dapat meningkatkan nilai tambah komoditas berkali-kali lipat, mengurangi ‘core’ bahan baku yang dibutuhkan industri dalam negeri seperti industri baja, industri petrokimia dan tidak kalah pentingnya kita bisa membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” tandas Jokowi.

Related Articles

Indonesia
115,197
Total active cases
Updated on June 15, 2021 6:12 am

Latest Articles