Sabtu, Maret 6, 2021

Kenali 3 Manfaat Gas Alam Untuk Kehidupan Sehari-hari!

Gas alam merupakan salah satu jenis bahan bakar fosil yang berada dalam lapisan batu kapur di atas reservoir minyak bumi dan mempunyai banyak manfaat untuk kehidupan sehari-hari. 

Gas alam banyak ditemukan di ladang minyak, ladang gas bumi, dan juga tambang batubara. Unsur utama penyusun gas alam adalah metana (CH4) yang merupakan molekul hidrokarbon rantai terpendek dan teringan.

Metana sebagai unsur utama penyusun gas alam merupakan gas rumah kaca yang dapat menciptakan pemanasan global ketika terlepas ke atmosfer, dan umumnya dianggap sebagai polutan ketimbang sumber energi yang berguna.

Gas alam yang masuk tahap pemrosesan dan akan dijual biasanya bersifat tidak berasa dan tidak berbau.

Namun sebelum gas tersebut didistribusikan ke pengguna akhir, gas tersebut diberi bau dengan menambahkan thiol.

Hal ini agar terdeteksi bila terjadi kebocoran atau sebagai tahap pencegahan awal peledakan, yakni dengan ditambahkannya bau.   

Banyak yang tidak mengetahui bahwa gas alam dapat berbahaya sebab sifatnya yang sangat mudah terbakar dan menimbulkan ledakan.

Baca Juga: Sektor Tambang Mendorong Ekonomi Nasional

Dilansir berdasarkan data dari Kemendikbud, nyatanya manfaat gas alam cukup banyak. Secara garis besar pemanfaatan gas alam dibagi atas 3 kelompok yaitu;

  1. Sebagai Bahan Bakar

Gas alam bermanfaat sebagai bahan bakar Pembangkit Listrik Tenaga Gas/Uap (PLTG/PLTU), bahan bakar industri ringan, bahan bakar kendaraan bermotor, serta sebagai gas kota untuk kebutuhan rumah tangga hotel, restoran dan yang lainya. 

  1. Sebagai Bahan Baku

Gas alam juga mempunyai manfaat untuk bahan baku pabrik pupuk, plastik, petrokimia, metanol, cat, photo film, obat-obatan, dry ice pengawet makanan, hujan buatan, karbondioksidanya untuk soft drink, industri besi tuang, pengelasan dan bahan pemadam api ringan.

  1. Sebagai Komoditas Energi Untuk Ekspor

Di Indonesia, pemanfaatan gas alam selama ini sebagian besar untuk energi yang berorientasi ekspor, yaitu diekspor dalam bentuk Liquefied Natural Gas (LNG).

Pemakaian gas alam di dalam negeri lebih banyak digunakan untuk kebutuhan pabrik. Sebagai contoh, pipa gas alam yang membentang dari kawasan Cirebon menuju Cilegon, Banten memasok gas alam antara lain ke pabrik semen, pabrik pupuk, pabrik keramik, pabrik baja dan pembangkit listrik tenaga gas dan uap.

Di Indonesia sendiri, terdapat beberapa daerah penghasil gas alam berskala besar, seperti

Arun (Aceh), Bontang (Kalimantan), Jawa Barat, Sumatera Utara, dan Sumatera Selatan.

Related Articles

Indonesia
148,356
Total active cases
Updated on March 6, 2021 4:28 am

Latest Articles