Terakhir adalah tahap pasca operasi penambangan. Tahapan ini umumnya berbentuk reklamasi ruang saat penambangan. Setelah melakukan perencanaan dari tingkatan persiapan sampai ke tingkatan saat operasi, proses manajemen tambang diteruskan dengan proses-proses lainnya.
Sementara itu, teknik yang paling penting dan signifikan dibagi menjadi tiga bagian. Berikut penjelasannya.
1. Pengorganisasian Tambang
Teknik ini identik dengan pengaturan skema organisasi di perusahaan tambang.Susunan organisasi perusahaan pertambangan biasanya sama dengan susunan organisasi perusahaan yang lain.Namun, ada hal yang menjadi ciri khas susunan organisasi di perusahaan pertambangan. Untuk menjalankan kesibukan produksi penambangan, perusahaan pertambangan bisa melakukannya sendiri atau berpartner dengan perusahaan kontraktor. Nantinya, organisasi pada perusahaan pertambangan diperintah oleh Kepala Teknik Tambang (KKT)
2. Pengkoordinasian Tambang
Pada tingkatan ini perusahaan diminta untuk melakukan teknik pengaturan dengan cara periodik pada pemerintah. Perusahaan tambang bisa bekerja sama dengan Kementerian Energi serta Sumber Daya Mineral Republik Indonesia (ESDM).
3. Pengaturan Tambang
Serta yang paling akhir agar melakukan teknik optimalisasi tambang ialah melakukan kontrol pada penambangan. Pekerja harus mengatur hasil penambangan, pemasaran hasil penambangan, pekerjaan penambangan, dan harus juga mengatur sampah atau kerusakan karena kesibukan penambangan.




