Minggu, April 21, 2024
Berita TambangPeneliti Tekmira Beberkan Potensi Efektif FABA untuk Pupuk

Peneliti Tekmira Beberkan Potensi Efektif FABA untuk Pupuk

ilmutambang.com – Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) Kementerian ESDM Wulandari Surono mengungkapkan, abu batubara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) memiliki potensi tinggi dan efektif untuk pembenah tanah atau pupuk.

Menurut wulandari, limbah dari hasil kegiatan Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) menyimpan manfaat yang banyak dalam menghasilkan berbagai produk diverfikasi bahan baku konstruksi.

Sebelumnya ketentuan penggunaan FABA sebagai pupuk sudah sesuai dengan instruksi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 Pasal 463 (1f) dimana produk hasil pemanfaatannya harus memenuhi persyaratan standar produk yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

Baca Artikel  Menelisik Sejarah Dibalik Alkitab Tambang Salomo

“Bukan berarti kalau dikeluarkan dari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) terus tidak diolah atau dibiarkan begitu saja, harus dikelola untuk dimanfaatkan,” ucap Wulandari pada Senin (5/4/2021).

Secara umum, dalam pemanfaatan utamanya, FABA yang cocok untuk tanah dan tanaman wajib mempunyai partikel halus, Power of Hydrogen (pH) berkisar 4,5 – 12, kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, K2O, Na2O, CaO,MgO, MnO dan unsur lain seperti Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, Co. Namun, ada beberapa literatur abu batubara yang tidak mengandung alkali.

“Ada juga yang asam, tergantung dari kandungan sulfur di batubara, pembakaran dan teknologi penghilangan. Intinya kandungan sulfur berbanding dengan kandungan kalsium,” terangnya.

Baca Artikel  Ini Fakta Bucket Wheel Excavator, Si Gagah Tukang Gali!

Kendati demikian, FABA akan lebih tepat jika digunakan untuk lahan kering masam dan lahan gambut karena lahan tersebut mempunyai komposisi yang buruk.

“Tanah yang baik memiliki porsi fraksi yang berimbang sehingga tata udara, tata air dan porositasnya baik,” imbuh Wulandari.

Lebih detailnya, FABA juga mampu memperbaiki  tekstur tanah, aerasi, perkolasi dan kemampuan menahan air (WHC) di wilayah kelola, menurunkan bulk density (kepadatan) tanah, dan penggunaan material amelioran tanah lainnya.

Di samping itu, FABA pun menyimpan hampir semua unsur hara yang dibutuhkan oleh tanaman kecuali unsur C (karbon) dan N (nitrogen), menurunkan mobilitas dan ketersediaan logam dalam tanah karena fly ash yang basa dan mengandung AI dan Fe sebagai sumber kation polivalen.

Baca Artikel  Intip 4 Fakta Emas Indonesia Terkenal di Dunia, Cekidot!

Penggambaran manfaat di atas diperoleh setelah Pulitbang Tekmira dan institusi lainnya melakukan sejumlah uji coba dengan penggunaan fly ash PLTU Kalimantan sejak tahun 2006 dan 2018. 

Proses uji coba kemudian diaplikasikan pada tanah tailing sisa pengelolaan tembaga dan tanah tambang di Sumatera pada tahun 2010. Sedangkan pemanfaatan hasil bottom ash PLTU Jawa dipakai pada tanah perkebunan (2009 dan 2014), tanah terdegradasi (2017), dan tanah masam (2016).

“Sementara metode fly ash batubara fly ash biomass ,dan campuran keduanya dilakukan oleh Subiksa pada tahun 2020 yang berhasil meningkatkan pH di tanah gambut,” tukas Wulandari.

Lebih lanjut, Wulandari menyatakan, hasil penelitian menunjukkan potensi FABA untuk pupuk menjadi bukti jika FABA layak dilihat sebagai sumber daya yang menyimpan potensi tinggi dalam memperbaiki lahan non produktif.

“Meski begitu harus ada penelitian yang lebih spesifik mengingat kualitasnya tidak sama sehingga butuh karakterisasi sendiri disesuaikan dengan kebutuhan lahan yang dikelola,” tandasnya mengakhiri.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer