Jumat, April 16, 2021

Peneliti Tekmira Beberkan Potensi Efektif FABA untuk Pupuk

Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (tekMIRA) Kementerian ESDM Wulandari Surono mengungkapkan, abu batubara atau Fly Ash and Bottom Ash (FABA) memiliki potensi tinggi dan efektif untuk pembenah tanah atau pupuk.

Menurut wulandari, limbah dari hasil kegiatan Pembangkitan Listrik Tenaga Uap (PLTU) menyimpan manfaat yang banyak dalam menghasilkan berbagai produk diverfikasi bahan baku konstruksi.

Sebelumnya ketentuan penggunaan FABA sebagai pupuk sudah sesuai dengan instruksi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 22 Tahun 2021 Pasal 463 (1f) dimana produk hasil pemanfaatannya harus memenuhi persyaratan standar produk yang ditetapkan oleh Kementerian Pertanian.

“Bukan berarti kalau dikeluarkan dari limbah bahan beracun dan berbahaya (B3) terus tidak diolah atau dibiarkan begitu saja, harus dikelola untuk dimanfaatkan,” ucap Wulandari pada Senin (5/4/2021).

Secara umum, dalam pemanfaatan utamanya, FABA yang cocok untuk tanah dan tanamanĀ wajib mempunyai partikel halus, Power of Hydrogen (pH) berkisar 4,5 – 12, kandungan SiO2, Al2O3, Fe2O3, K2O, Na2O, CaO,MgO, MnO dan unsur lain seperti Fe, Mn, B, Mo, Cu, Zn, Cl, Co. Namun, ada beberapa literatur abu batubara yang tidak mengandung alkali.

Baca Juga : Implementasi Teknologi Hilirisasi Bijih Nikel di Indonesia

“Ada juga yang asam, tergantung dari kandungan sulfur di batubara, pembakaran dan teknologi penghilangan. Intinya kandungan sulfur berbanding dengan kandungan kalsium,” terangnya.

Kendati demikian, FABA akan lebih tepat jika digunakan untuk lahan kering masam dan lahan gambut karena lahan tersebut mempunyai komposisi yang buruk.

“Tanah yang baik memiliki porsi fraksi yang berimbang sehingga tata udara, tata air dan porositasnya baik,” imbuh Wulandari.

Related Articles

Indonesia
108,032
Total active cases
Updated on April 16, 2021 10:07 am

Latest Articles