Minggu, Juni 16, 2024
Berita TambangMau Tau Cara Pengelolaan Limbah Cair Pertambangan?

Mau Tau Cara Pengelolaan Limbah Cair Pertambangan?

ilmutambang.com – Indonesia merupakan salah satu penghasil tambang terbesar di dunia. Hal tersebut lantaran wilayah Indonesia kaya dengan sumber daya alam tambang. Oleh sebab itu kegiatan pertambangan di Indonesia menjadi sangat gencar dan luas,sehingga perlu ada aturan tegas yang menata kegiatan pertembangan tersebut.

Untuk itu pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP) No. 10 No. 78 Tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pasca Tambang mencegah kerusakan lingkungan. Salah satunya dengan mengatur pengelolaan dan pengolahan limbah tambang.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Ilmu Tambang (@ilmutambang.id)

Limbah tambang adalah buangan yang dihasilkan dari proses produksi perusahaan pertambangan. Limbah tambang masuk ke dalam kategori limbah industri. Apabila Limbah industri konsentrasinya melebihi baku mutu lingkungan, maka akan menimbulkan dampak negatif kepada lingkungan.

Limbah tambang terdiri dari 3 jenis, yaitu limbah padat, limbah cair dan limbah gas. Untuk lebih jelas terkait pengelolaan limbah cair tambang, yuk simak penjelasannya di bawah ini. 

Limbah cair tambang adalah limbah cair yang dihasilkan dari proses penambangan, penimbunan di stockpile dan proses pencucian material pertambangan yang mengandung logam berat atau zat material tambang. 

Baca Artikel  Rehabilitasi, Solusi Lahan Tambang Menjadi Kembali Produktif

Limbah tambang cair di antaranya adalah Total Dissolved Solid (TDS) atau logam terlarut, Total Suspended Solid (TSS) dan limbah air asam tambang.

Limbah cair tambang tersebut dapat diatasi dengan membuat Water Treatment Plant (WTP), yang berfungsi untuk menghilangkan zat berbahaya di dalam limbah cair dan menyesuaikan dengan standar baku mutu dengan memisahkannya dari kontaminan sebelum akhirnya dibuang.

Pengolahan limbah cair tambang diantaranya :

  1. Penggunaan pH Adjuster dapat digunakan untuk menaikan kadar pH air asam tambang hingga tercapainya baku mutu pada rentang 6 – 9
  2. Total Suspended Solid (TSS) menyebabkan kekeruhan pada air, tidak terlarut dan tidak mengendap. Penanganan untuk masalah TSS ini adalah dengan menggunakan koagulan dan flokulan atau produk water clarifier

Demikian penjelasan singkat tentang pengelolaan dan pengolahan limbah cair tambang. Semoga informasi ini bermanfaat.

Baca Artikel  Bunda Kenalin DME, Pengganti LPG yang Ramah Lingkungan

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer