Minggu, Februari 25, 2024
Berita TambangMengenal 6 Metode Pengeboran di Industri Tambang

Mengenal 6 Metode Pengeboran di Industri Tambang

ilmutambang.com – Pengeboran merupakan metode yang paling banyak digunakan dalam pertambangan. Pengeboran merupakan proses melubangi tanah, baik untuk eksplorasi, produksi, pembukaan lahan dan geoteknik. 

Pemboran dibagi atas dua sistem, yaitu manual dan mekanik. Pemboran di pertambangan merupakan bentuk rekayasa yang meliputi kekerasan, abrasivos, tekstur, struktur dan kendali. Tanpa pengeboran, proses eksplorasi mineral dan batubara juga minyak bumi serta gas alam tidak akan berjalan.

Metode Pengeboran

Setidaknya ada 6 metode pengeboran yang banyak digunakan:

1. Auger Drilling

Auger drilling merupakan pemboran paling sederhana dengan menggunakan sistem manual. Cara kerjanya merotasi secara manual sekrup heliks ke tanah. Metode ini memerlukan minimal dua orang, namun beberapa menggunakan bantuan kendaraan.

2. Rotary Air Blasting

Rotary air blasting merupakan metode paling umum untuk digunakan untuk pengeboran dangkal, yaitu dengan menggerakkan mata bor ke batu menggunakan piston. Metode ini biasanya untuk permukaan keras dan sangat cocok dilakukan untuk mengebor banyak lubang dalam waktu singkat.

3. Aircore

Metode ini digunakan untuk menembus tanah dan memecah batuan dengan menggunakan mata bor 3 blade dengan bor berlubang. Sistem ini menggunakan udara terkompresi dan diledakkan menggunakan mata bor. 

Baca Artikel  Harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia November 2023 US$139/Ton

4. Circle Circulate Drilling

Sistem pengeboran ini merupakan yang terbaik dalam industri tambang dengan menggunakan benda mirip palu yang digerakkan piston menembus permukaan keras.

5. Diamond Core Drilling

Metode ini merupakan pengeboran dengan biaya termahal karena menggunakan mata bor berlian, dengan keunggulan yaitu dapat menghasilkan sampel batuan yang akurat. Sangat cocok untuk pencatatan komposisi, porositas, dan kekuatan.

6. Blast Hole Drilling

Industri ini juga mengenal metode blast hole drilling yaitu metode pembersihan tanah setelah peledakan sehingga mudah diakses. Proses pembersihan akan mengambil material yang rusak, agar material sampel yang baik dapat diambil.

Kawan tambang, kegiatan pertambangan dapat menggunakan lebih dari satu metode pemboran. Alangkah baiknya, sebelum melakukan pengeboran diperlukan studi kelayakan agar mendapatkan informasi rinci sehingga dapat menyesuaikan penggunaan mata dan mesin bor yang baik. 

Baca Artikel  3 Fakta Menarik Tambang Bawah Tanah Indonesia Terbesar di Dunia

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer