Minggu, April 21, 2024
Berita TambangMengenal Apa Itu Revegetasi Tanah di Area Pertambangan

Mengenal Apa Itu Revegetasi Tanah di Area Pertambangan

Tidak dapat dipungkiri, kegiatan pertambangan pasti berdampak pada lingkungan. Untuk itu, perusahaan wajib menjaga kelestarian lingkungan di wilayah area pertambangannya. 

Terdapat beberapa cara menjaga kelestarian lingkungan bekas area tambang, salah satunya yaitu dengan melakukan revegetasi tanah. 

Revegetasi merupakan upaya menjaga kelestarian lingkungan dengan memperbaiki dan memulihkan lingkungan melalui penanaman dan pemeliharaan lahan pertambangan. Pemilihan tanaman untuk revegetasi tambang didasarkan kondisi dan tata ruang lahan tambang agar tanaman bisa tumbuh secara maksimal. 

Berikut ini terdapat beberapa jenis tanaman untuk yang cocok untuk dilakukan revegetasi: 

  1. Cover Crops (Tanaman Penutup Tanah)

Tanaman penutup tanah merupakan tanaman yang khusus ditanam untuk melindungi tanah dari ancaman kerusakan oleh erosi dan/atau untuk memperbaiki sifat kimia dan sifat fisik tanah.

Tanaman jenis ini berfungsi untuk melindungi daerah pertambangan, menahan aliran air limpasan dan hujan, mempercepat pelapukan, melindungi erosi lapisan permukaan tanah, menekan pertumbuhan gulma dan menambah kandungan Nitrogen tanah.

Tanaman penutup tanah antara lain seperti Calopogonium caeruleum (kacang-kacangan), Centrosema pubescens (tanaman polong), Mucuna cochinchinensis (kacang jangka pendek), Pueraria phaseoloides (legum), Psophocarpus palustris (kecipir) dan Pueraria javanica (kacang ruji). 

Baca Juga : Mengenal Ragam Jenis Bulldozer di Pertambangan

  1. Fast Growing Plant (Tanaman yang Cepat Tumbuh)

Jenis tanaman ini cepat tumbuh, maka sebaiknya ditanam bersamaan dengan tanaman penutup tanah. Manfaat tanaman cepat tumbuh, antara lain melindungi tebing dan tanaman pokok, menahan angin, menambah asupan bahan organik, mengurangi panas dan cahaya, menjaga kelembaban tanah, meningkatkan dan memperbaiki kelembaban udara.

Tanaman cepat tumbuh antara lain sengon laut, lamtoro, akasia, turi, gamal dan lain-lain. Tanaman ini juga sebaiknya segera ditanam ketika memasuki awal musim hujan, agar terhindar dari kematian karena kurang air saat kemarau.

  1. Indigenous species (Tanaman Lokal)

Tanpa disadari, bibit tanaman lokal sudah tumbuh di sekitar area pertambangan. Tanaman yang sering tumbuh ini seperti tanaman jenis rumput-rumputan, dan tanaman pionir (albasia, bambu, sengon, flamboyan, cheri, dan seru atau puspa).

Manfaat adanya tanaman jenis ini bagi area pertambangan bisa untuk meningkatkan kesuburan tanah di area tambang  

Itu dia tiga tanaman yang bisa ditanam di lahan bekas tambang menggunakan model revegetasi. Jika kamu tertarik dengan informasi seperti ini, atau informasi tambang batubara lainnya bisa mengunjungi website Ilmu Tambang untuk eksplorasi lebih jauh. Atau bisa juga follow instagram @ilmutambang.id untuk info update seputar tambang lainnya. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer