Jumat, April 16, 2021

Menilik Potensi Batubara di Industri Tekstil

Batubara menjadi salah satu elemen kekayaan bumi yang memiliki potensi penting di industri tekstil.

Melihat kilas baliknya, pemanfaatan hasil tambang batubara sudah cukup lama digunakan para produsen kain sintetis.

Dimulai pada 1839, pertama kali serat sintetis dengan sebutan “rayon” dikembangkan oleh seorang ilmuwan Perancis, Louis Marie Hilaire Bernigaud de Chardonnet. Rayon tersebut dibuat secara langsung menggunakan bahan dasar nitroselulosa dari bubur kayu.

Penggunaan serat dibuat untuk menghadapi penyakit ulat sutra yang dapat menghancurkan industri kain dan sekaligus menjadi langkah kemajuan perekonomian di Perancis.

Meski demikian, istilah “rayon” baru ada pada 1924. Kain yang dibuat dari material batubara tersebut dianggap lebih kuat, tidak mudah menciut, dan relatif minim kerusakannya. Lebih untungnya lagi, harga yang ditawarkan pun terjangkau.

kemudian pada 1982, ahli kimia dari Inggris, Charles Cross dan Edward Bevan menemukan proses lain pembuatan rayon dengan mengubah nitroselulose menjadi larutan “vioscose”.

Dua tahun setelah penemuannya, Cross dan Bevan secara resmi mendaftarkan penemuan  proses pembuatan rayon ciptaannya. Apa yang dilakukan keduanya berhasil membawa perubahan besar pada produksi serat rayon, hingga ditemukan “rayon asetat”, sebagai bahan kain sintetis terbaru.

Selanjutnya pada abad ke-20, penggunaan bahan dasar batubara dan minyak semakin banyak diperkenalkan. Di mana penemuan utama dari kain sintetis ini adalah PA6-6 atau Nilon, yang ditemukan di Amerika Serikat (AS) oleh Wallace Hume Carothers.

Baca Juga: RUU Minerba Telah Sampai di Tangan Jokowi

Penamaaan Nilon yang dipakai merupakan ide dari DuPont (AS) pada bulan Oktober 1938. Menurut perusahaan ini, serat sintetis menjadi lebih kuat dari baja, lebih tipis dari sutra, dan terbuat dari batu bara, air, dan udara.

Selain itu, nilon menjadi kain sintetis yang banyak dicari, karena penggunaannya yang praktis dan dapat dipakai untuk pembuatan berbagai macam barang.

Gebrakan sepanjang sejarah di sektor tekstil sepanjang tahun telah memasuki perkembangan yang pesat.

Bahkan setelahnya, kain sintetis dengan jenis berbeda berhasil diciptakan oleh sejumlah ilmuwan. Beberapa di antaranya adalah hovyl, polyester, orlon, rilsan, dan tengal.

Related Articles

Indonesia
108,032
Total active cases
Updated on April 16, 2021 9:02 am

Latest Articles