Jumat, Maret 1, 2024
Ilmu TambangMultiplier Effect di Sektor Pertambangan, Apa Saja Ya?

Multiplier Effect di Sektor Pertambangan, Apa Saja Ya?

Multiplier Effect di Sektor Pertambangan – Wakil Ketua MPR RI Jazilul Fawaid mengatakan, Indonesia memiliki kekayaan alam yang sangat berlimpah.

Salah satu kekayaan sumber daya alam terbesar di Indonesia adalah bahan tambang seperti perak, tembaga, bauksit, besi, perak, timah, nikel, dan emas.

Beraneka bahan tambang tersedia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri maupun luar negeri.

Di sisi lain, hasil riset yang dipublikasikan oleh Fraser Institute dari Kanada menyatakan bahwa, Indonesia berada dalam 10 negara terbawah dari 91 negara yang dinilai kurang menarik bagi investor untuk berinvestasi di bidang pertambangan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur PT J Resource Asia Pasifik Tbk Edi Permadi menyayangkan hasil riset tersebut.

Baca Artikel  Batubara, Penopang Utama Ekspor Indonesia Februari 2022

Indonesia masih termasuk ke dalam golongan negara-negara yang belum dilirik investor dengan alasan masih rumitnya dalam hal kebijakan.

Edi juga mengingatkan, investasi di sektor pertambangan butuh kepastian karena selain padat modal juga memiliki karakteristik investasi jangka panjang. Oleh karenanya aspek kepastian hukum menjadi penting.

“Indonesia memiliki potensi mineral yang menjanjikan. Akan tetapi kita masih kurang menarik dari sisi kebijakan. Ini terbukti Indeks Persepsi Kebijakan masih kurang menarik,” ujar Edi.

Padahal menurut Edi, sektor pertambangan menjadi kontributor cukup besar bagi perekonomian nasional dan juga kesejahteraan masyarakat.

Jika dilihat selama ini, kegiatan pertambangan mampu memberi dampak ganda (multiplier effect) kepada masyarakat.

Pada dasarnya, multiplier effect pada pertambangan batubara di Tanah Air bisa dirasakan mulai dari tahapan eksplorasi, penggalian, pengangkutan, hingga ke masyarakat.

Baca Artikel  Lampaui Target! Kideco Penuhi DMO Hingga 35%

Selain itu, hampir di setiap tahapan pertambangan, dapat memberikan potensi terbukanya lapangan kerja. Baik dari pertambagan itu sendiri, atau dari sektor industri pendukung.

Baca Juga: Apa? Lubang Eks-Tambang di Rusia Bisa Hisap Helikopter?

“Dari investasi sebesar US$1 bisa memberi manfaat kurang lebih 80% pada masyarakat,” terang Edi.

Dampak ganda ini bisa ditimbulkan berasal dari berbagai kegiatan penambangan, supplier, pengangkutan dan banyak aktivitas lainnya.

Di akhir, Edi menyarankan agar bisa mencapai tahap multiplier effect pemerintah saat ini sebaiknya bisa membenahi di sisi kebijakan yang dirasa belum memberikan win-win solution bagi investor untuk jangka panjang serta harus segera kepastian hukum yang ada.

Baca Artikel  Peneliti Berhasil Ubah Karbon Dioksida menjadi Batubara

Selain itu, pemerintah juga perlu mendorong kegiatan eksplorasi berupa inventarisasi, penyelidikan, penelitian dan pengembangan serta eksplorasi sumber daya alam tambang di Tanah Air.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer