Jumat, Agustus 6, 2021

Peneliti Berhasil Ubah Karbon Dioksida menjadi Batubara

Tim peneliti dari Royal Melbourne Institute of Technology (RMIT), Australia berhasil mengubah karbon dioksida kembali menjadi batubara tentunya mengejutkan dunia internasional. 

Menariknya, teknik yang dikembangkan oleh para peneliti RMIT ini selain cepat tetapi juga tidak membutuhkan tekanan terlalu banyak atau reaksi kimia yang terlalu rumit. Bahkan, teknik ini bisa dilakukan dalam ruangan. 

Dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications, para peneliti RMIT menyebut, teknologi mereka sebagai cara alternatif untuk mengurangi karbondioksida dari atmosfer secara aman dan permanen. Kuncinya adalah menggunakan logam cair sebagai katalis.

Katalis di sini adalah suatu zat yang dapat mempercepat terjadinya reaksi kimia tanpa dikonsumsi oleh reaksi tersebut. 

Dilansir dari Science, Selasa (26/2/2019) para peneliti pertama-tama membuat paduan logam cair dari indium, galium, dan juga timah.  Mereka lalu menambahkan sedikit serium yang aktif secara katalitik kemudian meletakkan semua campurannya ke dalam tabung kaca bersama sedikit air.

Ketika kawat dimasukkan dalam logam cair, beberapa serium yang berada di permukaan bereaksi dengan oksigen dan membentuk lapisan serium oksida yang sangat tipis. Namun, mayoritas serium masih terlindungi oleh logam cair.

Baca Juga : Batubara Mampu Terangi Indonesia Sampai 300 Tahun

Para peneliti kemudian memindahkan karbon dioksida murni ke dalam tabung kaca tersebut dan mengirimkan listrik melalui kawat. Karbon dioksida pun terserap ke dalam logam cair dan diubah oleh logam serium dan listrik menjadi karbon padat yang menyerupai batu bara.

Related Articles

Indonesia
518,310
Total active cases
Updated on August 6, 2021 4:20 am

Latest Articles