Pelajari Yuk Metode & Tahapan Pertambangan Batubara!

  1. Konstruksi 

Pada tahapan ini, kegiatan konstruksi bertujuan untuk melakukan pembangunan seluruh fasilitas operasi produksi. 

Aktivitas yang dilakukan di tahapa ini antara lain pembebasan lahan, konstruksi jalan  tambang, pelabuhan, bengkel, dan lainnya, pemasangan peralatan komunikasi, penambangan,  pengelolaan, pengangkutan, lingkungan dan K3, serta pengadaan petugas, baik untuk aktivitas  konstruksi maupun produksi kedepannya. 

  1. Eksploitasi / Produksi 

Tahapan ini merupakan proses aktivitas untuk memulai operasi terhadap bahan batubara.  Aktivitas yang dilakukan dalam tahapan ini antara lain adalah konstruksi, penambangan,  pengelolaan, pemurnian, pengangkutan dan penjualan, serta sarana pengendalian dampak  lingkungan sesuai dengan hasil studi kelayakan. 

  1. Penutupan Tambang 

Tahapan ini merupakan tahapan terakhir yang dikenal dengan pasca tambang. Kegiatan pasca  tambang ini merupakan aktivitas terencana, sistematis dan berlanjut setelah setengah atau seluruh  aktivitas usaha pertambangan selesai. 

Baca Artikel  Inilah 2 Program CSR Unggulan Kideco yang Menginspirasi!

Penutupan tambang dilakukan untuk memulihkan kembali fungsi lingkungan alam dan fungsi sosial sesuai kondisi lokal di wilayah pertambangan. 

  1. Pasca Tambang 

Tahapan ini dikenal dengan reklamasi, yang bertujuan untuk menata, memulihkan, dan  memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar bisa berfungsi dengan semestinya. 

Itulah metode dan tujuh tahapan pertambangan batubara yang dilakukan sebelum batubara yang  ada bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketersediaan sumber daya alam batubara  yang dimiliki Indonesia khususnya, bisa memberikan keuntungan tersendiri. 

Oleh karena itu,  kegiatan pertambangan batubara masih sangat marak dilakukan di Indonesia, mengingat bahan bakar fosil ini menyediakan banyak sekali manfaat bagi kehidupan sehari-hari.