Sabtu, November 27, 2021

Inilah 2 Program CSR Unggulan Kideco yang Menginspirasi!

Manajer Corporate Social Responsibility (CSR) Kideco M Luqman Hakim mengungkapkan, dua program CSR unggulan perusahaan yaitu, Kampoeng CSR Samurangau to Sustainable Development Goals (SDG) dan Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit Berbasis Indonesia Sustainable Palm Oil (Ispo).

Luqman memaparkan dari 17 program yang tercakup dalam tujuan SDG’s dan sudah diratifikasi Indonesia, Kideco menerapkan 11 tujuan diantaranya pada program Kampoeng SDG’s di Samurangau.

Akses menjadi alasan utama Kideco memilih melakukan CSR di Desa Samurangau. Bagi masyarakat kalimantan, akses merupakan aspek yang tidak mudah karena masih jauh dari ibu kota.

Namun, mungkin dalam waktu dekat Kabupaten Paser dan Kabupaten Paser Utara akan menjadi ibu kota negara yang baru.

Dengan adanya kemudahan pada akses, maka masyarakat akan lebih mudah dalam menjangkau pendidikan hingga ekonomi.

Untuk itu, Kideco menetapkan akses untuk mencapai kedua hal tersebut, lalu kesehatan dan kesejahteraan melalui infrastruktur.

Luqman menyampaikan, akan sulit bagi anak-anak bisa sekolah tanpa adanya jembatan dan juga gedung yang memadai.

Tidak mungkin juga para bidan, perawat, dan juga ibu-ibu melangsungkan kegiatan bagi balitanya tanpa posyandu dengan fasilitas yang bagus.

Selanjutnya untuk program Pemberdayaan Petani Kelapa Sawit Berbasis Indonesia Sustainable Palm Oil (Ispo) di desa yang sama, menggarap lahan sebesar 200 hektar dan dikelola lima kelompok petani. 

Masing-masing kelompok petani mengelola 40 hektar dan satu Kepala Keluarga (KK) mendapatkan satu kavling 2 hektar, untuk sistem KK ini disediakan bagi 100 KK.

“Bahwa luas wilayah yang sangat tersebut merupakan dampak positif yang dapat kita kelola. Untuk itu, sesuai dengan kearifan atau lokal konten masyarakat berkebun merupakan pilihan terbaik sesuai dengan hasil pemetaan sosial kita,” jelasnya.

Baca Juga : Inspiratif! Ini Dia Rahasia Sukses Program CSR Kideco

Kebun kelapa sawit pertama diinisiasi sekitar awal tahun 2007 dan skalanya mulai berkembang pada tahun 2014.

Luqman mengatakan, saat ini kemandiriannya sudah berada pada 100 persen dan tidak lagi bergantung kepada Kideco.

Kemandiriannya sudah termasuk pengelolaan, pemeliharaan, pemupukan, pelunasan, pemanenan hingga penjualan.

Related Articles

Indonesia
8,226
Total active cases
Updated on November 27, 2021 7:22 pm

Latest Articles