Kamis, Agustus 5, 2021

5 Orang Terkaya di Indonesia Berkat Bisnis Batubara

Industri pertambangan batubara merupakan ladang penghasilan uang yang banyak digeluti orang-orang terkaya di Indonesia. Bahkan, menurut Presiden Joko Widodo (Jokowi), sebagian besar orang-orang terkaya di Tanah Air memiliki kiprah yang cemerlang dalam melakoni kegiatan tambang batubara. 

Sektor batubara yang kerap dijuluki sebagai emas hitam ini memang sukses melahirkan deretan orang-orang kaya. Hal ini dapat dilihat dari daftar 50 orang terkaya di Indonesia, sebagian di anataranya adalah mereka para pengusaha tambang batubara.

Berikut 5 orang terkaya di Indonesia berkat geluti bisnis batubara

1. Garibaldi Thohir

Garibaldi Thohir adalah kakak dari Menteri BUMN Erick Thohir. Pengenalan akan dunia bisnis sudah lama ia dapatkan dari ayahnya  Muhammad Teddy Thohir, salah satu pendiri Astra. 

Dalam versi Majalah Forbes, Garibaldi Thohir masuk sebagai orang terkaya di Indonesia di urutan ke-15. Total kekayaannya tercatat sebesar 1,65 miliar dollar AS atau sekitar Rp 23,5 triliun (kurs Rp 14.200). Salah satu sumber kekayaan terbesarnya  berasal dari kepemilikan sahamnya di PT Adaro Energy. 

Selain berkiprah di bisnis batubara, Garibaldi juga tercatat sebagai pemilik perusahaan pembiayaan WOM Finance, operator perusahaan air minum, hingga jaringan restoran Hanamasa..

2. Theodore Rachmat 

Theodore Permadi Rachmat  merupakan salah satu pengusaha nasional yang terbilang sangat berpengalaman di industri tambang batubara. Ia bahkan ikut menjadi salah satu pendiri Adaro. 

Baca Juga : Ini 5 Keuntungan Memilih Kerja di Pertambangan

Pria yang akrab disapa Teddy adalah mantan CEO Astra International. Setelah bekerja di  Astra, Teddy kemudian mendirikan perusahaan sendiri yakni Triputra Group. Dilansir dari laman resminya, Triputra diketahui memiliki bisnis batubara besar lewat anak perusahaannya, Padang Karunia Group.

Majalah Forbes sendiri menempatkan Theodore Rachmat di urutan ke-16 orang terkaya di Indonesia dengan jumlah kekayaan bersih sebesar 1,6 miliar dollar AS atau sekitar Rp 22,78 triliun.

Related Articles

Indonesia
518,310
Total active cases
Updated on August 5, 2021 5:37 pm

Latest Articles