Pelajari yuk Pengolahan Batubara yang Ramah Lingkungan!

Pada tahun 2017, Airlangga Hartarto yang pernah menjabat sebagai mantan Menteri Menteri Perindustrian menyatakan,  batubara jika dimanfaatkan dengan benar bisa menjadi sumber energi yang ramah lingkungan. 

Di Indonesia sendiri salah satu teknologi yang saat ini tengah fokus dikembangkan untuk  mengurangi dampak pencemaran lingkungan dari pemakaian batu bara adalah Clean Coal Technology (CCT). Teknologi ini pertama kali beroperasi di dunia pada bulan September 2008 di Spremberg, Jerman. 

CCT yang kini tengah dikembangkan di Jerman diyakini dapat mengurangi kadar emisi karbon yang dihasilkan dari pembakaran batubara. Adapun rencana penggunaan teknologi CCT ini, diakibatkan oleh pemanasan global yang terjadi saat ini.

Pada Paris Agreement pada Konferensi Para Pihak (Conferences of Parties-COP-21) di Paris, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mendeklarasikan komitmen Indonesia ikut aktif menurunkan emisi CO2 (Gas Rumah Kaca-GRK) sebesar 29% di tahun 2030. 

Baca Artikel  Ingin Bekerja di Tambang? 3 Pertimbangan Ini Wajib Diketahui

Melalui dokumen Intended Nationally Determined Contributions (INDCs), Indonesia mencantumkan kegiatan pembangunan PLTU batubara dengan menggunakan teknologi efisiensi tinggi seperti Clean Coal Technology untuk mencapai 29% penurunan emisi GRK di tahun 2030. Perjanjian tersebut tidak hanya dapat mengurangi emisi serta efek dari pemanasan global di dunia.