Pendapatan Kalsel Terdampak Akibat Produksi Batubara Turun

Beruntung pada Juli ekspor kemudian meningkat, Riya menyatakan, di bulan itu ada 81.003.258 kilogram kelapa sawit yang dijual ke luar negeri. “Sedangkan nilainya mencapai US$ 34,8 juta,” pungkasnya.

Berimbas ke Pendapatan Bagi Hasil Pemprov Kalsel

Di tahun 2019, Pemprov Kalsel mendapatkan dan bagi hasil bukan pajak dari sektor Mineral dan Batubara (minerba) sebesar Rp1.034 triliun. 

Tapi, di tahun 2020 ketika Pandemi Covid-19 di 2020 sektor perekonomian terguncang.

Termasuk di sektor mineral dan batubara (minerba) sangat terimbas covid-19. Karena kondisi saat ini produksi minerba jauh dari kondisi biasa.

Hal tersebut secara tidak langsung berimbas pada dana bagi hasil pusat ke daerah. Pada tahun 2020i untuk penghitungan 

Baca Artikel  Arsjad Rasjid Kandidat Kuat Ketua Umum Kadin

Dari estimasi Badan Keuangan dan Aset Daerah Provinsi Kalimantan Selatan, memperkirakan pada 2021 pengurangan dana bagi hasil di sektor minerba pajak kurang lebih Rp 300 miliar. 

Kabid Pengelolaan Pajak Daerah Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kalsel, H. Rustamaji, menjelaskan bahwa besaran Rp 300 miliar itu pun masih dalam bentuk perkiraan. Pada 2021 secara keseluruhan realisasi dana bagi hasil pusat Rp3,300 triliun. 

“Pengurangan dana bagi hasil tersebut dipengaruhi penurunan produksi minerba pada tahun ini. Selain sektor lain seperti matinya beberapa sektor usaha dan amnesti pajak,” Ujar Rustamaji.