Selasa, April 16, 2024
Ilmu TambangPeran Teknologi dalam Hilirisasi Batubara di Industri 4.0

Peran Teknologi dalam Hilirisasi Batubara di Industri 4.0

Peran teknologi hilirisasi batubara – Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 3 Tahun 2020, tujuan hilirisasi adalah untuk meningkatkan nilai tambah pada produk mineral dalam negeri. Adanya proses hilirisasi juga akan memberi manfaat ekonomi secara optimal.

Selain itu, dengan adanya hilirisasi ini diharapkan dapat membangun industri pertambangan yang berkelanjutan di masa mendatang.

Nilai hilirisasi akan lebih signifikan melalui pemanfaatan teknologi cerdas dan canggih.

Seperti Internet of Things (IoT), Cyber-Physical Systems (CPS), autonomous robot, virtual technology and augmented reality, cloud computing, teknologi blockchain, big data analysis, Artificial Intelligence (AI) dan teknologi lainnya.

Penerapan teknologi digital pada industri hilirisasi diyakini dapat meningkatkan produktivitas, menyederhanakan proses, menurunkan biaya, serta mengurangi kompleksitas rantai pasokan.

Baca Artikel  ‘Ngwenya Mine’ Si Tambang Tertua di Dunia

Teknologi digital tersebut semakin mendorong perkembangan industri menuju industri 4.0.

Teknologi big data merupakan salah satu teknologi digital yang telah diimplementasikan pada industri hilirisasi saat ini.

Teknologi ini memungkinkan penyimpanan dan pengelolaan data dalam jumlah besar secara real time dan terintegrasi.

Misalnya sistem rantai suplai (supply chain) mineral dan batubara yang terintegrasi melalui big data.

Sistem ini dapat memberikan informasi tentang pasokan dan kebutuhan barang tambang, sehingga dapat meminimalkan kelebihan produksi.

Sistem ini dapat mengotomatiskan pertukaran informasi seperti perkiraan atau jadwal pengiriman antara pelanggan dan pemasok sehingga dapat mencegah masalah distribusi.

Selain itu, pemangku kepentingan dapat mengakses data dan informasi secara real time sehingga dapat memudahkan pengambilan kebijakan.

Baca Artikel  Kenali 10 Mata Kuliah Teknik Pertambangan untuk Sarjana

Baca Juga: Iseng Susun Batu Bekas Tambang, Sunardi Bikin Candi

Teknologi Artificial Intelligence ini juga memungkinkan mesin mampu belajar dari pengalaman, menyesuaikan diri dengan input baru dan melaksanakan tugas seperti halnya manusia.

Transformasi digital sangat berperan dalam mengembangan industri hilirisasi di Indonesia.

Diharapkan Indonesia dapat segera mengadopsi teknologi digital yang ada, sehingga dapat segera mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer