Minggu, April 21, 2024
MinerbaBatubaraPerkenalkan Sawahlunto, Kota Tambang Warisan Budaya Dunia

Perkenalkan Sawahlunto, Kota Tambang Warisan Budaya Dunia

Pada 6 Juli 2019, Sawahlunto ditetapkan menjadi Warisan Dunia oleh The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Baku, Azerbaijan.

Sawahlunto terdaftar dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto, merupakan satu dari 36 situs yang dinominasikan dalam Daftar Warisan Dunia. Sawahlunto dianggap memenuhi kriteria untuk dijadikan warisan dunia.

Penetapan itu dilaksanakan dalam salah satu bagian dari acara tahunan UNESCO bertajuk 43rd session of the World Heritage Committee, yang dilaksanakan pada Juni-10 Juli 2019. 

Dalam acara tersebut, UNESCO memutuskan situs mana yang layak diangkat menjadi Warisan Dunia berdasar keputusan komite khususnya yang beranggotakan dua puluh satu anggota.

Sawahlunto berjarak sekitar 90 kilometer dari Padang. Di kota ini terdapat sisa-sisa industri pertambangan batubara dari masa kolonial Belanda. Di kota ini dilakukan proses ekstraksi dan pengangkutan batubara berkualitas tinggi.

Sawahlunto dulunya merupakan daerah terpencil, namun berhasil diubah Belanda menjadi kota industri. Sawahlunto dibangun dan dikembangkan oleh Belanda dari abad ke-19 sampai abad ke-20, dengan mempekerjakan penduduk lokal dan para tahanan dari wilayah kekuasaan Belanda.

Kini kota ini berusia sudah lebih dari 100 tahun dan beberapa kali mengalami pergantian pengelola. 

Pada 2018, Sawahlunto diajukan dengan nama Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto hingga akhirnya diangkat menjadi Warisan Dunia yang dianggap memiliki nilai universal untuk dunia. 

Baca Artikel  Sawahlunto, Kota Wisata Tambang Berbudaya di Sumatera Barat

Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto meliputi kawasan pertambangan, kota, fasilitas penyimpanan di pelabuhan Emmahaven dan jaringan kereta api yang terhubung dari tambang sampai ke pelabuhan. 

Sawahlunto merupakan Warisan Dunia yang Ke-9 untuk Indonesia. Sebelumnya Indonesia sudah memiliki empat warisan kategori budaya, yaitu Kompleks Borobudur (1991), Kompleks Candi Prambanan (1991), Situs Manusia Purba Sangiran (1996) dan Lanskap Budaya Provinsi Bali: Sistem Subak sebagai Manifestasi dari Filosofi Tri Hita Karana (2012). 

Empat warisan kategori alam milik Indonesia, yaitu Taman Nasional Ujung Kulon (1991), Taman Nasional Komodo (1991), Taman Nasional Lorentz (1999), dan Hutan Hujan Tropis Sumatera (2004). 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer