Minggu, Februari 25, 2024
Ilmu TambangMelihat Perubahan Helm Tambang: Dari Inisiatif Franz Kafka hingga Zaman Modern

Melihat Perubahan Helm Tambang: Dari Inisiatif Franz Kafka hingga Zaman Modern

ilmutambang.com – Franz Kafka, sastrawan masyhur Cekoslovakia, mungkin tidak menyadari bahwa ia telah berkontribusi dalam mengembangkan topi keras pada 1912. Temuannya itu bahkan menjadi dasar bagi metamorfosis topi keselamatan di industri pertambangan.

Seiring berjalannya waktu, helm pelindung kepala dalam industri pertambangan berevolusi. Dari tantangan Hard Hat di 2016 hingga desain “low-profile” yang revolusioner. 

Sejak topi keras pertama kali dikembangkan oleh Franz Kafka pada 1912 itu, evolusi topi keselamatan telah menjadi alat penting bagi keselamatan pekerja tambang. 

Meskipun klaim bahwa temuan Kafka itu dapat mengurangi cedera menjadi 25 per 1000 karyawan tidak dapat dipastikan. Namun hal itu telah menandai awal dari perubahan penting dalam desain dan fungsi topi keras.

Baca Artikel  Melihat Keindahan Museum Bekas Tambang Salina Turda Rumania

Pada 2016, muncul tantangan Hard Hat di internet, yang memperlihatkan kekuatan topi keselamatan dengan cara yang unik. Video memperlihatkan pekerja yang melemparkan topi ke udara dan mendaratkannya kembali di kepala. Mereka berhasil memberikan bukti visual kekuatan topi keras modern itu.

Edward Dickinson Bullard, industrialis Amerika, pada 1919 mematenkan “Hard-Boiled Hat.” Topi ini terbuat dari kanvas kukus, lem dan cat hitam, sehingga menjadi standar dalam industri.

Namun, perkembangan terbesar terjadi dengan diperkenalkannya desain “low-profile“, yang mampu mengurangi risiko tersangkut dan memberikan perlindungan maksimal kepada pekerja tambang.

Sejak 2016, tren baru muncul dengan topi keras dilengkapi tali dagu, meniru bentuk helm bersepeda. 

Baca Artikel  Indonesia Punya ‘Harta Karun Tambang’ Ini, Eropa Dibuat Panas Dingin..

Namun di 2023, industri pertambangan melihat terobosan baru dengan topi keras yang dilengkapi alat penilaian paparan debu, yang diberi nama HELMET-Cam. Helm tersebut dirancang untuk mencegah silicosis dan dapat merekam paparan debu dengan interval dua detik.

HELMET-Cam merupakan produk hasil kerja sama Unimin dan Institut Nasional untuk Keselamatan dan Kesehatan Kerja, yang dapat memberikan data paparan, untuk menilai dan mencegah penyakit paru-paru yang disebabkan oleh debu silika.

Pada 2030 nanti, pasar helm pengaman diperkirakan mencapai US$3,15 miliar dan evolusi helm penambangan masih jauh dari akhir. Nampaknya masa depan perlindungan pekerja tambang tetap cerah.

Seiring perjalanan sejarah helm penambangan bukan hanya sebagai perangkat keselamatan, melainkan saksi perubahan dan inovasi dalam dunia pertambangan yang terus berkembang. 

Baca Artikel  Menilik Potensi dan Tantangan Tambang Mineral Radioaktif di Indonesia

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer