Kamis, Juli 25, 2024
MinerbaBatubaraSering Keliru, LIPI Jelaskan Manfaat Limbah Batubara

Sering Keliru, LIPI Jelaskan Manfaat Limbah Batubara

Manfaat Limbah Batubara – Pemerintah Joko Widodo telah menetapkan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA), limbah padat yang dihasilkan dari proses pembakaran batubara pada PLTU dan sawit, menjadi bukan bahan berbahaya dan beracun (non B3).

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengklaim limbah batubara PLTU dan pabrik sawit tidak berbahaya.

Oleh sebab itu sampai kini tidak ada satu negara pun mengkategorikan limbah batubara dan sawit sebagai B3.

Limbah batubara dan sawit tersebut justru menjadi berbahaya ketika ditumpuk dan tidak digunakan dalam jumlah banyak. Padahal, limbah itu dapat digunakan menjadi bahan berbagai produk.

Limbah FABA ini justru bernilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku untuk pembangunan infrastruktur, misalnya pembuatan conblock, jalan, semen, hingga pupuk.

Baca Artikel  Inovasi dan Teknologi Picu Pertambangan Berkelanjutan

Keputusan pemerintah mengeluarkan limbah sawit dari kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (B3) tersebut justru dapat mendorong pemanfaatan limbah untuk industri dan masyarakat.

Karena dengan itu biaya pengelolaan limbah akan berkurang, sehingga terjadi penghematan yang dapat dialokasikan untuk mengubahnya menjadi produk bermanfaat lainnya dan bernilai ekonomis.

Sementara Spent Bleaching Earth (SBE), limbah sawit adalah limbah padat hasil penyulingan minyak kelapa sawit dari industri pengolahan minyak hewani atau nabati.

SBE berupa bubuk dengan komponen utama silika yang di dalamnya mengandung limbah minyak. SBE merupakan limbah kimia, bila tanpa diolah terlebih dahulu dan dibuang langsung dapat mengakibatkan pencemaran air, udara, hingga emisi gas rumah kaca.

Baca Artikel  Teknologi Ultra Super Critical Mampu Tekan Emisi PLTU

Debu dalam limbah sawit bagi tubuh manusia berpotensi menyebabkan penyakit silikosis atau kelebihan debu bila terlalu sering dihirup.

Baca Juga: Batubara, Pembangkit Rendah Emisi Diincar Banyak Negara

Karena dikategorikan sebagai limbah yang berbahaya dan beracun (B3), maka pengolahan SBE membutuhkan biaya tinggi.

Saat SBE dicabut dari daftar limbah B3, maka biaya pengolahan limbah relatif lebih murah. Penghematan biaya tersebut dapat digunakan untuk mengubah limbah jadi produk bermanfaat, ekonomis dan mengundang investor.

SBE dapat dimanfaatkan menjadi pengganti campuran beton, zat penyerap atau adsorben (RBE), briket, bata merah, pembuatan katalis dan biodiesel.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer