Tanaman Lokal Paling Mampu Memulihkan Lahan Eks-Tambang

Di samping itu kondisi iklim mikronya yang ekstrem juga dapat menjadi faktor pembatas keberhasilan rehabilitasi pascatambang.

Untuk itu perlu dilakukan kegiatan perawatan, perbaikan lahan, stabilisasi lahan dan pengendalian erosi dan sedimentasi sebelum upaya penanaman.

Dalam penelitian tersebut turut ditemukan jika penanaman tanaman lokal paling berpotensi tinggi dalam upaya rehabilitasi atau merestorasi lahan pascatambang. 

“Ada beberapa jenis lokal yang mampu beradaptasi dengan iklim suatu kawasan, namun ada juga beberapa jenis yang tidak mampu beradaptasi dengan kondisi tanahnya,” tambah Ishak.

Pemilihan dan penggunaan tanaman jenis lokal dalam pemulihan lahan tambang akan lebih memberikan jaminan keberhasilan karena jenis tersebut relatif lebih adaptif.

Selain itu, menggunakan jenis lokal berarti telah menjaga keutuhan genetik dari populasi jenis lokal, serta mencegah terjadinya kemungkinan terjadinya invasi spesies dari jenis-jenis eksotik atau non lokal.

Baca Artikel  Pemerintah: DMO Batubara Naik Selaras dengan Transisi Energi

Lebih lanjut dalam temuan itu, terdapat  45 jenis tanaman lokal yang mampu tumbuh di kawasan bekas tambang.

Hasil pengamatan  Ishak menunjukkan, keanekaragaman jenis pohon yang hadir cukup beragam, seperti Laban (Vitex pinnata), Merambung (Vernonia arborea), Kareumbi (Homalanthus populneus), Keminting (Mallotus paniculatus) dan masih banyak lagi.

Jenis-jenis ini  sebagian besar bisa ditemukan di lokasi bekas tambang.

“Dari hasil pengujian kami, ada 10 jenis tanaman lokal yang kami uji di lahan pascatambang selama satu tahun, ada beberapa jenis yang memiliki ketahanan yang baik di lapangan, hal ini tercermin dari tingginya persentase tumbuh di lapangan. Namun ada beberapa yang tidak mampu tumbuh dengan baik, hal ini terlihat dari rendahnya persentase hidup di lapangan,” pungkas Ishak Yassir.

Baca Artikel  Ternyata Limbah Batubara Punya Kandungan Mineral Berharga!