Sabtu, Juli 20, 2024
Berita TambangWonogiri Punya Cadangan Emas Melimpah, Di Sini Lokasinya..

Wonogiri Punya Cadangan Emas Melimpah, Di Sini Lokasinya..

Cadangan Emas – Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah menyimpan kandungan emas sebanyak 1,5 juta ton. Emas tersebut diyakini berada di kawasan perbukitan yang tersebar di tiga kecamatan.

Bukit Randu Kuning, Desa Jendi, Kecamatan Selogiri merupakan salah satu kawasan tersebut. Perbukitan di sekitar Randu Kuning juga menyimpan emas. Bukit-bukit seperti Tugu, Tumbu, Pithi, Kepil, Thekil, Geblak dan Jangglengan.

Potensi emas di Wonogiri tidak hanya terdapat di Kecamatan Selogiri saja, juga di Kecamatan Jatiroto, Kecamatan Karangtengah.

Jumlah total bijih yang mengandung emas di tiga kecamatan itu diperkirakan lebih kurang 1,5 juta ton, dengan kadar emas antara 40 part per billion (ppb) hingga 2.384 ppb.

Baca Artikel  Deretan Penghasil Emas Terbesar di Dunia, Ada Indonesia?

Baca Juga: Top 5 Perusahaan Pertambangan Penghasil Emas di Indonesia

Bukit Randu Kuning terbentuk dari batuan beku. Pembentukan emas di kawasan Randu Kuning akibat dari kondisi geologi kawasan ini, yang merupakan bagian dari Pegunungan Selatan sisi timur.

Pegunungan ini terbentuk diperkirakan sejak zaman eosen hingga oligosen (56-34 juta tahun lalu) akibat tumbukan (subduksi) antara lempeng samudra dan lempeng benua.

Pegunungan Selatan tersusun atas batuan-batuan yang merupakan endapan laut dan juga merupakan bekas lokasi Gunung Api Purba Gajahmungkur.

Gunung Gajah Mungkur yang terbentuk jutaan tahun lalu itu telah hancur dan melahirkan gunung kecil di sekitarnya. Salah satunya adalah Gunung Tenong yang terdapat di Desa Jendi.

Baca Artikel  Intip 4 Fakta Emas Indonesia Terkenal di Dunia, Cekidot!

Emas terbentuk melalui proses hidrotermal, yakni fase akhir dari proses magmatik. Secara kimiawi melalui proses itu, larutan hidrotermal mengubah komposisi mineral batuan.

Baca Juga: 5 Pulau di Indonesia dengan Cadangan Emas Terbesar

Maka terjadi perubahan pada tekstur batuan yaitu batuan teralterasi. Selanjutnya, larutan hidrotermal itu mengisi retakan bebatuan dan membentuk urat-urat kuarsa. Di urat kuarsa itulah terdapat bijih emas dan logam ikutan lainnya.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer