4). Kadar Sulfur
Dalam batubara terdapat kandungan sulfur dibagi dalam tiga jenis yakni, organic sulfur, sulfate sulfur dan pyritic sulfur.
Akan tetapi pada umumnya, ukuran kandungan sulfur pada batubara diukur dalam satuan Total Sulfur.
Kandungan sulfur yang ada pada batubara, nantinya akan berpengaruh pada tingkat korosi elemen pemanas udara.
5). Kadar Abu
Saat proses pembakaran, kadar abu ini akan terbawa melalui ruang bakar dan bagian konversi yang berwujud abu terbang yang diketahui jumlahnya sebesar 80 persen, sementara abu dasar sebesar 20 persen.
Secara umum, kadar abu ini akan mempengaruhi tingkat keausan pada peralatan, korosi dan kekotorannya.
6). Kadar Karbon
Besarnya kandungan karbon pada batubara bisa diukur dengan rumus pengurangan jumlah 100 dengan kadar kelembaban, kadar abu dan kadar zat terbang yang ada.
Nantinya, kadar karbon dan zat terbang ini akan digunakan untuk menentukan fuel ratio yang dibutuhkan.
7). Kadar Kalori
Kadar kalori atau Calorific Value bisa dijadikan tolak ukur kualitas batubara karena sangat berpengaruh pada peralatan pengolahan batubara.
Tinggi kadar kalori yang digunakan pada saat pengolahan, akan membuat aliran batubara semakin rendah, dan kemudian diperlukan penyesuaian pada coal feeder.
8). Zat Terbang
Pembakaran dan intensitas api yang digunakan, sangat bergantung pada kandungan zat terbang atau Volatile Meter.
Jumlahnya diukur berdasarkan rasio antara kadar karbon dengan zat terbang yang kemudian diberi nama fuel ratio.
Butuh proses panjang untuk mengetahui kadar dan kualitas batu bara yang bernilai tinggi.
Untuk menentukan kadar-kadar di atas pada batubara, tentu dibutuhkan analisis pada laboratorium.
Setelah itu kemudian akan dilakukan proses pengolahan secara terukur untuk menghasilkan batubara dengan kualitas yang tinggi.




