Senin, Mei 27, 2024
MinerbaBatubara5 Faktor yang Mempengaruhi Kestabilan Lereng Tambang

5 Faktor yang Mempengaruhi Kestabilan Lereng Tambang

ilmutambang.com – Kestabilan lereng tambang merupakan faktor penting dalam industri pertambangan. Kestabilan lereng menentukan keselamatan, produktivitas dan lingkungan.

Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kestabilan lereng tambang dan operasi pertambangan:

  1. Geometri Lereng

Geometri lereng, yaitu bentuk dan ukuran lereng menentukan kestabilan lereng.  Semakin tinggi dan curam suatu lereng, maka semakin besar risiko ketidakstabilan lereng.

Lereng yang sudutnya besar atau ketinggian yang besar, membuat beban yang ditanggung semakin besar, ini dapat meningkatkan risiko pergerakan lereng.

  1. Beban Lereng

Beban lereng berdampak pada kestabilan lereng. Semakin besar beban yang ditanggung, semakin tinggi peluang pergerakan lereng.

Tambahan beban, seperti alat berat tambang, bahan tambang yang ditumpuk dan air hujan yang meresap ke dalam lereng dapat mempengaruhi kestabilan lereng.

  1. Struktur Batuan
Baca Artikel  Deadline Sampai 7 Oktober 2023, Ini Tips Dapat Beasiswa Kideco Gemilang!

Struktur batuan menentukan kestabilan lereng. Bidang-bidang sesar, pelapiran dan rekahan dalam batuan dapat menjadi titik lemah yang mempengaruhi stabilitas lereng.

Orientasi dan kemiringan bidang juga menentukan kestabilan lereng. Risiko pergerakan lereng dapat meningkat, jika struktur batuan lemah sejajar dengan arah lereng dan memiliki kemiringan yang mendekati lereng.

  1. Sifat Fisik dan Mekanik Batuan

Sifat fisik dan mekanik batuan, seperti densitas, porositas dan kandungan air, menentukan kemantapan lereng. Daya tekan, daya tarik dan daya geser dalam batuan menentukan kestabilan lereng dan dapat memengaruhi sejauh mana lereng dapat menahan tekanan dan beban. Batuan yang rapuh memiliki sifat mekanik lemah dan lebih rentan terhadap pergerakan lereng. 

  1. Kandungan Air Tanah
Baca Artikel  Kideco Sabet Sejumlah Penghargaan Good Mining Practice (GMP) Award 2023

Kandungan air tanah mempengaruhi kestabilan lereng. Kandungan air dalam pori-pori tanah dan batuan dapat meningkatkan beban lereng. Tanah dan batuan yang jenuh dengan air akan mengalami penurunan kekuatan geser karena tekanan air pori. Ini dapat menyebabkan pergeseran atau longsor.

Kawan tambang, memahami faktor-faktor yang menentukan kestabilan lereng tambang dapat mengurangi risiko, yaitu dengan pemantauan yang cermat, manajemen risiko yang baik dan tindakan pencegahan seperti pengeringan atau pengelolaan air tanah. 

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer