ilmutambang.com – Saat benda cair terkontaminasi belerang dan bakteri kemudian bertemu oksigen maka itu akan membentuk asam sulfat. Air asam ini kemudian dapat melarutkan berbagai jenis logam di alam dan akan menyebabkan ancaman bagi makhluk hidup.
Oleh sebab itu, penting untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Untuk mencegah masalah lingkungan maka perlu dilakukan pengelolaan air asam limbah tambang.
Metode Pengelolaan Air Asam di Pertambangan
Ada beragam metode pengelolaan air asam tambang. Metode tersebut akan menetralkan asam, mencegah paparan bahan tambang terhadap oksigen maupun air.
-
Reklamasi
Reklamasi lahan yang terkontaminasi dilakukan dengan menaburkan kapur atau bahan alkali lainnya untuk menetralisir keasaman. Kemudian menanam vegetasi atau memodifikasi lereng untuk menstabilkan tanah. Ini untuk mengurangi infiltrasi air permukaan ke dalam material yang terkontaminasi.
-
Pembuangan Tanah
Pembuangan tanah dengan memindahkan tanah yang terkontaminasi ke lokasi baru dan kemudian diawasi serta dirawat.
-
Pengolahan Langsung
Pengelolaan langsung benda cair yang terkontaminasi dengan menambahkan kapur atau material penetral lainnya untuk mengurangi keasaman.
Juga melalui penyediaan lahan basah buatan untuk menyerap material terkontaminasi dan mencegah mikroba memperoleh akses oksigen supaya tidak tercipta asam sulfat.
-
Mengisi Tambang
Mengisi tambang terbengkalai menggunakan material tertentu. Misalnya, air untuk menyingkirkan oksigen atau bahan alkali.
-
Relokasi dan Isolasi
Relokasi dan isolasi sisa proses penambangan supaya tidak berinteraksi dengan benda cair, dengan memindahkannya ke atas permukaan dan menutup dengan lapisan bahan kedap air agar tidak meresap ke dalam tanah.
-
Mengontrol Bakteri
Memanfaatkan bakterisida untuk membunuh bakteri atau menambahkan sampah organik sehingga bakteri memperoleh sumber energi dan menyingkirkan oksigen.
-
Mengalirkan Air dari Lokasi Tambang
Mengalirkan air menjauh dari lokasi pertambangan. Sehingga terhindar dari material yang menyebabkan kontaminasi.
-
Penempatan Sisa Proses Penambangan Secara Aman
Menempatkan sisa proses penambangan di bawah air, sehingga terhindar dari paparan oksigen dan mencegah risiko mengkontaminasi benda cair di sekitarnya.
Kawan tambang, usaha pertambangan mengandung beragam risiko bagi lingkungan dan manusia, apabila tidak dikelola dengan baik dan aman. Salah satu yang harus dilakukan adalah melakukan pengelolaan air asam tambang.





