Peluang Hilirisasi Batubara Indonesia – Direktur Pembinaan Pengusahaan Batu Bara Kementerian ESDM Sujatmiko mengatakan, batu bara masih akan dibutuhkan dan memberikan manfaat yang besar di masa mendatang, meskipun terdapat penurunan permintaan yang disebabkan oleh transisi energi bersih.
Dia juga mengatakan, agar lebih bermanfaat bisnis batubara juga harus melakukan konversi supaya berkontribusi pada konsumsi energi global menuju ke energi yang lebih bersih. Misalnya, hilirisasi batubara agar memberikan nilai tambah.
Baca Juga : Cerita Perjalanan Perempuan di Industri Pertambangan
Bisnis batubara harus mengikuti perkembangan global society. Setidaknya ada tujuh peluang dan variasi hilirisasi batubara yang dapat diaplikasikan. Berikut rinciannya:
- Pengembangan gasifikasi batubara (coal gasification), karena selama ini Indonesia mengimpor gas metana batubara (gas cooled methane/CBM) sebesar USD11,5 miliar per tahun untuk digunakan bagi smelter minerba.
- Pembuatan coking coal sebagai bahan energi yang digunakan untuk peleburan pada industri besi dan baja. Dan dapat dijadikan batubara alternatif bersih karena dapat mengurangi partikel polutan.
- Underground coal gasification (UCG). UCG yang lebih ramah lingkungan. Karena proses pembakaran pada UCG dilakukan di bawah permukaan, sehingga abu sisa pembakaran tidak akan mencemari udara. Sementara Syngas dari proses UCG bisa digunakan untuk listrik dan petrokimia.
- Pencairan batubara (coal liquefaction) dengan mengubah batu bara padat menjadi cair.
- Peningkatan mutu batubara (coal upgrading).
- Pembuatan briket batu bara (coal briquetting).
- Coal slurry atau coal water mixture.





