Jumat, November 25, 2022

Ancaman Resesi di 2023, Bagaimana Prospek Tambang Batubara?

Sampai akhir November 2022 ini dapat dikatakan Pandemi Covid-19 masih belum selesai, bahkan tahun 2023 sudah diprediksi terjadi resesi ekonomi. Lantas bagaimana kondisi usaha seperti sektor tambang batubara?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, Environment Engineer PT Geo Mining Berkah, Desri Hanifah mengatakan tidak dapat dipungkiri pandemi cukup memukul dunia pertambangan. Namun, secara umum sektor pertambangam masih dapat melenggang dan berkembang di tengah pandemi dan resesi.

Bahkan mengutip data Kementerian ESDM, hingga September 2022 penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) dari sektor pertambangan mineral dan batubara (minerba) telah mencapai Rp 130 triliun. 

Melihat penerimaan negara dari sektor minerba cukup signifikan, Desri juga memprediksi industri ini seharusnya bisa  kebal terhadap ancaman resesi. 

Terlebih, lanjutnya, permintaan yang tinggi tidak akan barang tambang mineral dan batubara (minerba) mempengaruhi industri ini. Selain itu, resesi juga menurut dia bisa jadi momentum bahwa Indonesia bisa menjadi negara maju.

“Bahwa sektor pertambangan tidak akan terpengaruh terlalu besar karena kita memiliki sumber daya yang beragam sehingga kita percaya diri bahwa akan aman dari resesi,” tambahnya.

Related Articles

Indonesia
63,052
Total active cases
Updated on November 25, 2022 7:20 pm

Latest Articles