Jumat, Mei 14, 2021

4 Faktor Penentu Ketahanan Tambang di Masa Digitalisasi

Pandemi Covid-19 yang memukul berbagai sektor, termasuk industri tambang membuat para pemangku kepentingan secara tidak langsung  mulai mengidentifikasi terkait faktor apa saja yang menjadi penentu sebuah sektor untuk mampu menghadapi tantangan digitalisasi.

Seperti yang diketahui, masa pandemi tidak hanya mengubah pola sosialisasi, namun secara tidak terencana mengharuskan industri pertambangan untuk adaptif dan responsif terhadap perubahan yang ada. Perubahan tersebut bisa dilihat dari penerapan teknologi yang  digunakan untuk menjawab segala tantangan iklim dan sosial.

Dalam menerima perubahan di masa digitalisasi,  terdapat 4 faktor penentu ketahanan tambang yang perlu diperhatikan, antara lain:

1. Tata Kelola yang Transparan

Hal penting yang harus dilakukan perusahaan tambang agar berhasil beroperasi di pasar global yaitu, memerhatikan sistem transparansi dan pembinaan prinsip lingkungan, sosial dan tata kelolanya. Sejumlah aturan yang telah ditetapkan baik oleh pemerintah dan juga global, telah membangkitkan kesadaran para perusahaan tambang di seluruh dunia. Tujuannya agar tetap bisa mempertahankan izin pengelolaan area tambang, mulai dari kegiatan ekstraksi, produksi hingga transportasi.

Baca Juga : Yuk Simak Prosedur Mendapatkan Izin Usaha Pertambangan

2. Penerapan dan Inovasi Teknologi

Adaptasi terhadap teknologi sudah semestinya menjadi keharusan di masa sekarang ini. Tentunya hal tersebut akan menciptakan kemajuan yang menarik. Seperti penggunaan truk otomatis untuk melakukan kegiatan pemuatan, pengangkutan dan pembuangan, serta penggunaan mesin bor yang diintegrasikan dengan teknologi terbaru yang akan meningkatkan keunggulan kompetitif perusahaan.

Di samping itu, hasil analisis dan data lainnya yang dikumpulkan secara digitalisasi, dapat meningkatan efisiensi dan menekan biaya operasional.

Related Articles

Indonesia
94,857
Total active cases
Updated on May 14, 2021 7:32 am

Latest Articles