Kamis, Juli 25, 2024
Berita TambangBekas Tambang Timah Disulap Jadi Industri Pengolahan Sagu

Bekas Tambang Timah Disulap Jadi Industri Pengolahan Sagu

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tengah fokus menyulap bekas tambang timah menjadi industri pengolahan tanaman sagu yang bertujuan membantu meningkatkan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di daerah itu.

“Kita telah melakukan penelitian pengembangan tanaman sagu di lahan bekas tambang timah ini,” kata Gubernur Kepulauan Babel, Erzaldi Rosman Djohan di Pangkalpinang.

Erzaldi mengatakan sagu menjadi tanaman tahunan di Babel. Bahkan, menurutnya, tanaman sagu juga merupakan tanaman hutan walaupun Program Kementerian Pertanian RI menyatakan bahwa sagu adalah tanaman perkebunan yang masuk kelompok palem-paleman.

“Di Babel, pohon sagu ini sebenarnya sudah mengendemik (berkembang dengan cepat) dan sudah lama dimanfaatkan oleh masyarakat. Banyak produk khas Babel yang dihasilkan dari sagu seperti kerupuk getas, kue rintak, kue semprong dan sebagainya yang berbahan dasar sagu,” ungkapnya.

Baca Artikel  Inilah Sosok ‘BN Wahju’ Tokoh Pertambangan Nasional

Selain itu, menurutnya pengembangan tanaman sagu dengan memanfaatkan  lahan bekas tambang timah tidak hanya berdampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga mencegah bencana alam seperti kekeringan saat musim kemarau dan banjir saat musim hujan.

“Kita akan terbitkan peraturan gubernur yang kemudian ditingkatkan menjadi peraturan daerah terkait pemanfaatan lahan reklamasi bekas tambang timah dijadikan program pengembangan tanaman sagu,” timpalnya.

Elzardi turut menyatakan, keberadaan tanaman sagu sangat luar biasa untuk ketahanan pangan dan cara pengolahannya pun terbilang mudah. Di samping itu, sagu juga menjadi tanaman yang kaya manfaat terutama dalam membantu pemulihan resiko gagal ginjal, untuk penderita diabetes, dan penyakit lainnya yang mengharuskan untuk mengganti beras.

Baca Artikel  Top 5 Provinsi Penghasil Batubara Indonesia, Ada Daerahmu?

Baca Juga : Menyulap Bekas Tambang Timah Jadi Lahan Produktif

“Bayangkan saja, satu kali menanam, sagu segera beranak pinak, usia panen memang cukup lama yaitu delapan tahun, tetapi satu pohon sagu bisa menghasilkan 200 kilogram tepung sagu,” ujarnya.

Hingga sejauh ini Kepulauan Babel telah memiliki kawasan penanaman sagu serta pabrik tepung sagu milik sendiri.

“Betapa kayanya Indonesia, bangga menggunakan produk pangan Indonesia,” ujarnya.

Mungkin kalian suka baca :

Artikel Terbaru

Artikel Populer