ilmutambang.com – Digitalisasi kini diterapkan di berbagai sektor industri, termasuk pertambangan. Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi digital telah meningkatkan efisien dalam pekerjaan, keamanan dan lebih ramah lingkungan. Transformasi teknologi digital ini telah membuat cara kerja tambang menjadi berbeda dari sebelumnya.
Salah satu perusahaan yang telah menerapkan transformasi digital di pertambangan nya yaitu PT Freeport Indonesia. Di kawasan Tembagapura, Mimika, Papua, misalnya, PT Freeport Indonesia mengendalikan sekitar 20-30 persen produksinya dari jarak jauh (remote).
Manfaat digitalisasi teknologi ini langsung dirasakan oleh para pekerja wanita. Mereka kini akhirnya dapat melakukan pengoperasian tambang secara digital dengan menggunakan peralatan jenis robot dan kecerdasan buatan. Kehadiran teknologi tentu membuat pekerjaan tambang tanpa harus pergi ke bawah tanah.
Misalnya, pengoperasian truk berkapasitas 300 ton dilakukan hanya dengan melihat layar komputer untuk mengetahui ke titik mana harus pergi dan berapa jumlah muatan yang harus dibawa. Truk untuk mengangkut hasil tambang dari bawah tanah dikendalikan menggunakan joystick dari jarak jauh.
Terkait masalah gaji, mengutip situs CNBC Indonesia pendapatan yang dibawa pulang perempuan tambang berada di kisaran Rp6,87 juta – Rp11,3 juta per-bulannya. Apabila posisi atau jabatan yang ditempati lebih tinggi, tentunya gaji yang didapatkan bisa lebih besar lagi
Nah jika Kawan Tambang saat ini seorang wanita dan ingin bekerja di pertambangan, maka hal itu bukan suatu hal yang mustahil. Berkat adanya teknologi ini, sekarang wanita dapat bekerja seperti laki-laki di pertambangan.
Tapi perlu diingat juga, industri ini membutuhkan para wanita yang siap bekerja dengan sigap dan tahan banting. Hal tersebut lantaran industri pertambangan memang membutuhkan para karyawannya yang kuat untuk menghadapi tantangan berat di lapangan. .
Setelah mengetahui bahwa transformasi digital kini dapat memudahkan wanita bekerja di pertambangan, Kawan Tambang jadi tertarik gak nih untuk bekerja di industri ini?





